Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahaya Ancaman Hantavirus, Pasukan Khusus Sampai Diterjunkan Demi Antar Bantuan Medis!

Bahaya Ancaman Hantavirus, Pasukan Khusus Sampai Diterjunkan Demi Antar Bantuan Medis! Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasukan khusus Inggris diterjunkan untuk menyalurkan bantuan medis darurat ke pulau terpencil Tristan da Cunha setelah muncul kasus suspek hantavirus yang dikaitkan dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Dikutip dari Reuters, sebanyak enam prajurit pasukan terjun payung dan dua tenaga medis militer dari 16 Air Assault Brigade diterjunkan langsung menggunakan parasut bersama perlengkapan medis dan pasokan oksigen.

Baca Juga: Muncul Suspek Hantavirus di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Waspada

Mereka melompat dari pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas milik Royal Air Force yang menempuh perjalanan lebih dari 9.700 kilometer dari pangkalan udara RAF Brize Norton menuju Tristan da Cunha melalui Ascension Island.

Kementerian Pertahanan Inggris menyebut operasi tersebut menjadi pertama kalinya personel medis militer Inggris diterjunkan melalui operasi terjun payung untuk misi bantuan kemanusiaan.

Bantuan medis itu dikirim untuk menangani seorang warga Inggris yang diduga terpapar hantavirus setelah menjadi penumpang kapal MV Hondius. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut pasien tersebut mulai mengalami gejala yang mengarah pada hantavirus sejak 28 April 2026 dan kini berada dalam kondisi stabil serta menjalani isolasi.

“Dengan pasokan oksigen di pulau itu berada pada level kritis, penerjunan bantuan medis bersama personel kesehatan menjadi satu-satunya cara untuk memberikan perawatan penting tepat waktu kepada pasien,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Pulau Tristan da Cunha dikenal sebagai pulau berpenghuni paling terpencil di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 200 orang. Wilayah tersebut berada di tengah Samudra Atlantik Selatan, lebih dari 2.400 kilometer dari tetangga terdekatnya, Saint Helena.

Pulau tersebut tidak memiliki landasan pacu dan biasanya hanya dapat diakses menggunakan kapal laut dengan perjalanan hingga enam hari. Layanan kesehatan di wilayah itu pun sangat terbatas dan umumnya hanya ditangani dua tenaga medis.

Sebelumnya, tes PCR untuk mendeteksi hantavirus juga telah dikirim menggunakan pesawat militer ke Ascension Island pada 7 Mei 2026. Lokasi itu menjadi tempat transit seorang warga Inggris lain dari kapal MV Hondius sebelum dievakuasi ke Afrika Selatan.

Komandan 16 Air Assault Brigade, Ed Cartwright, mengatakan operasi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga Tristan da Cunha.

Baca Juga: WHO Tetapkan Seluruh Penumpang Kapal MV Hondius Berstatus Risiko Tinggi Hantavirus

“Kedatangan pasukan penerjun payung, tenaga medis, dan bantuan kesehatan dari langit diharapkan dapat menenangkan masyarakat Tristan da Cunha,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: