- Home
- /
- Government
- /
- Government
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Pakai APBN, Purbaya Pastikan Defisit Negara Tak Bertambah
Kredit Foto: Cita Auliana
Pemerintah memastikan pembayaran gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan membebani keuangan negara secara berlebihan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan skema tersebut tidak akan menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menjelaskan bahwa pembayaran gaji manajer KDMP akan dilakukan bertahap selama dua tahun pertama dengan menggunakan anggaran yang sebelumnya sudah tersedia.
“Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun. Itu sebagian dari dana Kopdesnya belum dipakai. Kami masukin situ dulu. Jadi, nggak ada tambahan baru ke APBN, nggak ada tambahan defisit baru. Karena sudah dialokasikan di situ,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (12/5).
Menurutnya, pemerintah tidak membuka pos anggaran baru untuk program tersebut. Dana operasional awal akan memanfaatkan alokasi yang memang sudah disiapkan sebelumnya untuk mendukung program koperasi desa.
Selain itu, Purbaya mengungkap plafon pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara sebesar Rp40 triliun juga belum seluruhnya digunakan. Ruang pembiayaan itu disebut dapat dimanfaatkan untuk menutup kebutuhan awal operasional KDMP.
“Pembiayaan Himbara itu kan cicilannya Rp40 triliun, berarti belum dipakai semua kan, akan di situ mungkin dipakai,” ujar Menkeu Purbaya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani, juga sempat menyampaikan bahwa APBN memang tengah disiapkan sebagai sumber pembayaran gaji pegawai KDMP pada tahap awal operasional.
Menurut Askolani, skema tersebut dibuat sebagai jembatan sebelum koperasi desa mampu memperoleh pendapatan mandiri.
“Untuk dua tahun pertama, itu akan diupayakan dari APBN,” ujar Askolani di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5) lalu.
Baca Juga: Utang Negara Nyaris Sentuh Rp10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman
Baca Juga: Wamenkop Pastikan Tidak Ada Jalur Orang Dalam pada Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih
Proses rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih sendiri masih terus berjalan. Rekruitmen dilakukan melalui panitia seleksi nasional yang melibatkan berbagai lembaga, dengan koordinasi utama berada di bawah Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara dan pelaksanaan teknis dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara.
Saat ini, tahapan seleksi sudah memasuki tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026. Jumlah peminat program ini pun sangat besar, dengan 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes lanjutan.
Pemerintah dijadwalkan mengumumkan hasil akhir seleksi pada 7 Juni 2026 mendatang. Peserta yang lolos nantinya tidak langsung bekerja begitu saja. Mereka akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad), pembekalan manajerial, hingga pelatihan kompetensi bidang sebagai bagian dari penyiapan SDM pengelola koperasi desa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: