Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Susu Lokal Dibuang ke Sungai, Mentan Kerahkan TNI-Polri Kawal Pangan

Susu Lokal Dibuang ke Sungai, Mentan Kerahkan TNI-Polri Kawal Pangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum, TNI dan Polri, dalam mengawal program swasembada pangan nasional.

Amran mencontohkan kasus di sektor peternakan, ketika peternak lokal terpaksa membuang hasil produksi susu ke sungai karena kalah bersaing dengan harga susu impor yang lebih murah.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 bertajuk “Menuju Swasembada Nasional” di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026).

“Kenapa (susu lokal dibuang)? Lebih murah susu dari New Zealand, lebih murah dari Amerika,” ucapnya, dikutip Jumat (15/5).

Menurut Amran, harga murah produk impor terjadi karena dukungan teknologi tinggi dan suplai besar ke Indonesia, sehingga peternak lokal kesulitan bersaing. 

Pemerintah kemudian memanggil pelaku industri susu untuk berdiskusi, sebab selama ini tidak ada kewajiban bagi industri pengolahan susu (IPS) menyerap produk lokal.

Amran menilai kondisi tersebut berpotensi memicu keresahan sosial. Karena itu, pemerintah melibatkan TNI dan Polri dalam penguatan sektor pangan guna mencegah persoalan sejak hulu.

“Kenapa TNI terlibat? Kenapa Polri terlibat? Karena kita mencegah kejahatan di hulu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah memastikan susu lokal terserap industri dengan kebijakan tidak akan mengeluarkan rekomendasi impor sebelum produk peternak terserap.

“Kami tidak akan keluarkan rekomendasi sebelum susu sapi peternak diserap,” kata dia.

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Surplus 891 Ribu Ekor

Baca Juga: Harga Telur Bergejolak, Kementan Gaspol Serapan Pasar dan Hilirisasi

Kebijakan serupa akan diterapkan pada komoditas kedelai. Tanpa keterlibatan Bulog dan koperasi dalam menyerap hasil produksi petani, swasembada kedelai dinilai mustahil tercapai.

“Kedelai tidak mungkin kalau Bulog tidak menyerap, ketua koperasi menyerap, enggak mungkin ini swasembada (apabila tidak ada keterlibatan dari keduanya),” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: