Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump dan Xi Jinping Sepakat: Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir

Trump dan Xi Jinping Sepakat: Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan hari kedua antara kedua pemimpin di Beijing pada Jumat, 15 Mei 2026.

Isu nuklir Iran menjadi agenda utama pembahasan karena menjadi syarat mutlak bagi Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata. "Kami sudah menyelesaikan masalah yang tidak mampu diselesaikan pihak lain," ujar Donald Trump usai pertemuan tersebut.

Selain masalah nuklir, kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini mendorong agar Selat Hormuz segera dibuka kembali. Jalur perairan strategis tersebut telah ditutup oleh Iran sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.

Penutupan jalur tersebut memicu gangguan serius pada rantai pasok global, terutama bagi sektor energi internasional. China memiliki kepentingan besar dalam isu ini karena statusnya sebagai mitra dekat sekaligus pembeli utama minyak dari Teheran.

Meskipun Amerika Serikat telah menghentikan serangan langsung sejak April lalu, blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Langkah ini diambil Washington untuk menekan Teheran agar benar-benar menghentikan pengembangan program nuklirnya.

Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Sepakati Pembukaan Selat Hormuz dalam Pertemuan di Beijing

Pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan pengembangan senjata dan menyatakan program nuklirnya bertujuan damai. Namun, penolakan Iran untuk menghentikan program tersebut sebelumnya justru membuat situasi konflik di kawasan semakin memburuk.

Dalam pertemuan ini, Xi Jinping tidak memberikan komentar publik secara khusus mengenai detail kesepakatan terkait Iran. Kementerian Luar Negeri China hanya merilis pernyataan yang menekankan rasa kecewa mendalam terhadap kelanjutan perang di wilayah tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy