Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisnis B2B Kaspersky Melesat, Penjualan Global Tembus US$836 Juta

Bisnis B2B Kaspersky Melesat, Penjualan Global Tembus US$836 Juta Kredit Foto: Nadia Khadijah Putri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat pertumbuhan bisnis sebesar 3 persen secara tahunan (year on year/YoY) di Indonesia sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang meningkatnya kebutuhan perlindungan keamanan siber di sektor industri dan infrastruktur.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut berasal dari solusi Kaspersky Industrial CyberSecurity (KICS) yang mencatat kenaikan penjualan sebesar 46 persen secara tahunan di pasar Indonesia.

Kaspersky menilai peningkatan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan dan instansi di Indonesia dalam memperkuat keamanan teknologi operasional (operational technology/OT) di tengah percepatan transformasi digital.

Pertumbuhan bisnis Kaspersky terjadi di tengah meningkatnya kesadaran terhadap ancaman siber yang menyasar infrastruktur kritis dan lingkungan industri. Seiring semakin terhubungnya sistem operasional dengan jaringan digital, organisasi menghadapi risiko yang lebih besar dari serangan ransomware, serangan rantai pasok (supply chain attack), hingga intrusi siber yang dapat mengganggu layanan dan operasional.

Kaspersky menyebut solusi KICS dirancang untuk melindungi aset, jaringan, dan perangkat OT tanpa mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Kondisi tersebut membuat solusi ini semakin relevan bagi sektor industri di Indonesia yang terus berkembang.

"Indonesia terus menjadi pasar pertumbuhan strategis bagi Kaspersky, didorong oleh percepatan transformasi digital negara ini dan meningkatnya kesadaran akan risiko keamanan siber di berbagai industri," kata Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Menurut Defi, lonjakan pertumbuhan KICS menunjukkan semakin banyak organisasi di Indonesia yang memprioritaskan perlindungan teknologi operasional dan infrastruktur kritis mereka.

"Seiring sektor industri menjadi lebih saling terhubung, keamanan siber tidak lagi dapat dilihat sebagai investasi opsional, tetapi sebagai penggerak bisnis yang penting untuk memastikan ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.

Secara global, Kaspersky juga mencatat peningkatan permintaan terhadap solusi keamanan siber industri. Penjualan Kaspersky Industrial CyberSecurity tumbuh 25 persen secara tahunan pada 2025, didorong tingginya kebutuhan perlindungan terhadap sistem teknologi informasi (information technology/IT) dan teknologi operasional.

Perusahaan mengungkapkan telah berinvestasi lebih dari satu dekade dalam pengembangan solusi keamanan siber untuk lingkungan industri.

Baca Juga: Kaspersky Bongkar Ancaman Kekerasan Digital yang Tak Disadari Korban

Baca Juga: Tren AI dan Ketahanan Siber Dorong Revolusi Baru di Industri Infrastruktur Data Enterprise

Sepanjang 2025, Kaspersky membukukan penjualan global hampir US$836 juta atau tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan penjualan segmen business-to-business (B2B) sebesar 16 persen secara tahunan.

Pendiri sekaligus CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky, mengatakan perusahaan akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, teknologi, inovasi produk, dan ekspansi bisnis guna menangkap peluang pertumbuhan baru di berbagai wilayah, termasuk Asia-Pasifik.

"Kami akan terus berinvestasi pada sumber daya manusia, produk, teknologi, dan pengembangan bisnis untuk meraih peluang baru serta mempercepat pertumbuhan," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: