Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Acuhkan Seruan Trump, Israel Tetap Balas Serangan Rudal Iran, Ketegangan Meledak!

Acuhkan Seruan Trump, Israel Tetap Balas Serangan Rudal Iran, Ketegangan Meledak! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal yang sebelumnya diluncurkan Iran ke Israel, yang merupakan serangan pertama sejak April lalu. 

Langkah Israel ini menarik perhatian dunia karena terjadi hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka meminta Israel untuk menahan diri dan tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Sebelum Israel melancarkan serangan balasan, Trump diketahui telah menyampaikan pesan agar eskalasi tidak berlanjut. Dalam keterangannya kepada sejumlah media Amerika Serikat dan internasional, Trump mengaku berencana menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk meminta agar tidak melakukan serangan tambahan.

Trump bahkan menegaskan pandangannya terkait situasi tersebut.

"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran melakukan serangannya. Kita tidak butuh serangan lain."

Ia juga menyatakan akan segera menghubungi Netanyahu.

"Saya akan menelepon Netanyahu sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas."

Baca Juga: 'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran

Sebelumnya, Trump juga dilaporkan menyampaikan pesan kepada Iran bahwa konflik yang terjadi sudah cukup.

Di sisi lain, situasi justru semakin memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa gelombang rudal yang ditembakkan ke wilayah utara Israel merupakan bagian awal dari operasi yang lebih panjang.

IRGC menyebut serangan tersebut sebagai, "awal dari serangan terus-menerus selama seminggu penuh."

Meski demikian, sebagian besar rudal yang diarahkan ke Israel dilaporkan berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Otoritas Israel kemudian menginformasikan bahwa warga yang sebelumnya berada di tempat perlindungan sudah diperbolehkan keluar.

Dampak konflik tidak hanya terasa di sektor keamanan, tetapi juga langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Asia, Senin (8/6/2026), setelah kabar serangan rudal Iran terhadap Israel mencuat.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Amerika Serikat (WTI) naik US$2,10 atau 2,32% menjadi US$92,64 per barel pada pukul 00.13 GMT. Sementara itu, minyak mentah Brent menguat US$2,33 atau 2,5% ke level US$95,42 per barel

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: