Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Gorong-Gorong Jokowi' Viral di Google Maps

'Gorong-Gorong Jokowi' Viral di Google Maps Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lokasi gorong-gorong yang pernah dimasuki oleh Joko Widodo (Jokowi) kala masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kembali mencuri perhatian publik.

Titik tersebut mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul di aplikasi penunjuk arah Google Maps dengan label unik dan ulasan menggelitik dari warganet.

Awal mula kehebohan ini dipicu oleh sebuah unggahan yang viral di platform Threads. Unggahan tersebut menyebut titik gorong-gorong itu sebagai "situs bersejarah", lengkap dengan tangkapan layar yang menampilkan foto ikonik Jokowi saat mengenakan kemeja putih dan sepatu boot karet tengah menyusuri saluran air.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut memicu diskusi luas dan mengundang netizen untuk berbondong-bondong mengunjungi titik lokasi itu secara virtual.

Fenomena ini langsung direspons dengan cepat oleh warganet Indonesia yang terkenal kreatif. Kolom review di Google Maps pada titik lokasi tersebut kini dibanjiri oleh komentar-komentar jenaka, ulasan satir bernada humor, hingga pemberian rating bintang lima.

Bagi banyak pengguna internet, lokasi ini seolah menjadi monumen digital untuk mengenang salah satu momen politik paling ikonik di Jakarta.

Bagi masyarakat yang penasaran dengan letak pasti dari "situs" dadakan ini, titik tersebut berada di jantung ibu kota. Lokasi tepatnya berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, persis di depan Hotel Mandarin Oriental.

Kawasan ini sangat strategis dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum. Masyarakat dapat menjangkaunya dengan rute TransJakarta dengan turun di Halte Tosari dan berjalan kaki singkat ke arah Bundaran HI.

Kemunculan titik ini di Google Maps kembali memutar memori publik ke tahun 2012. Saat itu, aksi Jokowi yang memutuskan untuk turun langsung dan masuk ke dalam gorong-gorong gelap menjadi tajuk utama di hampir seluruh media massa nasional.

Langkah tersebut bukanlah tanpa alasan. Inspeksi mendadak ke bawah tanah itu merupakan bagian dari upaya penanganan krisis banjir musiman dan perbaikan infrastruktur drainase di ibu kota.

Aksi ini mendapat banyak perhatian publik dan menjadi salah satu simbol terkuat dari gaya kepemimpinan *blusukan* yang ia populerkan.

Viralnya lokasi gorong-gorong ini menambah panjang daftar fenomena unik di platform pemetaan digital. Kasus ini sangat mirip dengan fenomena Tembok Ratapan Solo yang sebelumnya juga sempat viral di Google Maps.

Warganet Indonesia kerap menggunakan platform pemetaan tidak hanya sekadar untuk navigasi, tetapi juga sebagai wadah kreativitas. Mereka menambahkan nama-nama unik dan menyematkan ulasan humoris pada lokasi-lokasi yang dianggap memiliki rekam jejak peristiwa ikonik, mengubah titik koordinat biasa menjadi ruang hiburan dan memori kolektif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat