Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Ogah Datang, Amerika Malah Serahkan Negosiasi Iran ke Timur Tengah

Trump Ogah Datang, Amerika Malah Serahkan Negosiasi Iran ke Timur Tengah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempercayakan proses negosiasi dengan Iran kepada para pemimpin negara Timur Tengah di tengah meningkatnya ancaman perang baru di kawasan.

Trump menyebut Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan sedang menjalankan pembicaraan serius dengan Iran.

Baca Juga: Delay Sementara, Amerika Siaga Lakukan Operasi Militer Besar-besaran ke Iran

Menurut Trump, para pemimpin Teluk tersebut memberikan keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka.

“Negosiasi serius sedang berlangsung dan menurut pendapat mereka sebuah kesepakatan akan dibuat yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat serta seluruh negara di Timur Tengah,” kata Trump melalui platform Truth Social.

Trump menegaskan tujuan utama dari negosiasi tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Kesepakatan ini akan mencakup, yang terpenting, tidak ada senjata nuklir untuk Iran,” ujar Trump.

Langkah Trump melibatkan para pemimpin Timur Tengah dinilai menjadi upaya Washington menggunakan jalur diplomasi regional untuk meredakan ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir memicu ancaman konflik terbuka di kawasan.

Sebelumnya, AS sempat bersiap meluncurkan operasi militer baru terhadap Iran. Namun rencana tersebut akhirnya ditunda setelah adanya intervensi diplomatik dari negara-negara Teluk.

Trump mengaku menghormati pandangan para sekutu regionalnya dan memilih memberi ruang bagi proses negosiasi sebelum mengambil langkah militer lanjutan.

Baca Juga: Drama Damai AS-Iran: Uranium Disita, Nuklir Dibatasi, Aset Dibekukan

Meski demikian, Washington tetap memperingatkan bahwa opsi militer masih terbuka apabila Iran menolak mencapai kesepakatan yang dianggap dapat diterima oleh Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar