Akuisisi Nobi Rampung, Bybit Indonesia Bidik 20% Volume Perdagangan Kripto RI
Kredit Foto: Azka Elfriza
PT Enkripsi Teknologi Handal (Bybit Indonesia) membidik pangsa pasar sebesar 20% dari volume perdagangan aset kripto pada tahun pertama setelah memperkuat ekspansi melalui akuisisi platform kripto lokal, NOBI.
Chief Executive Officer Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan perusahaan tidak menetapkan target jumlah pengguna secara spesifik. Menurut dia, ukuran yang lebih relevan untuk melihat posisi perusahaan adalah pangsa volume perdagangan.
"Jadi mungkin lebih ke arah bagaimana kita bisa mendapatkan pangsa pasarnya. Tentunya jadi kayak kalau di Indonesia sekarang bagaimana, mungkin bukan dilihat dari jumlah user-nya tapi yang mungkin lebih akurat adalah volumenya, misalnya. Bisa kita bisa berapa persen. Saya rasa kalau dalam tahun pertama kita bisa mendapatkan 20% itu sudah cukup, sudah sangat baik," kata Lawrence saat ditemui usai acara konferensi pers Bybit Indonesia's New Financial Platform di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Usai akuisisi, Lawrence menjelaskan bahwa Bybit juga memilih untuk mengembangkan sistem teknologinya agar menyesuaikan kebutuhan pasar domestik. Kemudian, sistem tersebut diintegrasikan dengan bursa, lembaga kliring, dan kustodian di Indonesia.
"Jadi kemudian keputusannya adalah sistem yang ada dari Bybit itu yang kemudian dikembangkan disesuaikan dengan Indonesia. Jadi misalnya terintegrasi dengan bursa, dengan kliring dan kustodian di Indonesia," tuturnya.
Dalam prosesnya, hampir 100.000 akun pengguna NOBI sudah bermigrasi ke Bybit Indonesia. Merinci, dalam proses teresebut nasabah tidak kehilangan asetnya tapi hanya perlu aplikasi Bybit Indonesia dan melakukan know your customer (KYC) ulang apabila diperlukan.
"Jadi mereka semua asetnya tidak ada yang hilang, tidak ada yang berubah. Mereka tapi kemudian harus download aplikasi Bybit Indonesia bisa login, jika diperlukan harus KYC ulang, tapi semuanya akan sama," ujarnya.
Baca Juga: Warga RI Makin Ramai Investasi Kripto, Transaksi Tembus Rp28,58 Triliun
Baca Juga: Putin Resmi Legalkan Kripto! Bitcoin hingga USDT Bisa Diperdagangkan Mulai September
Ke depan, fokus Bybit adalah untuk dengan menggabungkan pengalaman pada aspek-aspek teknologi, kekuatan likuiditas, dan berbagai best practice global dengan pemahaman NOBI terhadap pasar domestik, serta kepatuhan terhadap regulasi.
"Ke depannya, fokus kami adalah memperdalam pengalaman trading di Bybit Indonesia dengan menghadirkan fitur baru secara bertahap, serta memperkuat kemitraan dengan perbankan nasional, komunitas kripto, dan kampus-kampus mitra sebagai bagian dari ekosistem yang kami bangun. Semua ini kami lakukan agar pengguna, dari yang baru mengenal kripto hingga trader berpengalaman, punya ruang untuk bertumbuh bersama platform ini," ucapnya
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: