Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Perusahaan media dan data keuangan asal Amerika Serikat (AS), Bloomberg, memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) yang telah ditahan selama beberapa bulan terakhir.
Langkah strategis tersebut diyakini akan dilakukan BI untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini menyentuh level Rp17.760 per dolar AS.
"Indonesia may see its first interest-rate hike in two years as the rupiah’s slide to record lows this week intensifies pressure for the central bank to mount a stronger defense of the currency (Indonesia mungkin akan mengalami kenaikan suku bunga pertamanya dalam dua tahun seiring merosotnya rupiah ke level terendah sepanjang masa minggu ini yang memperkuat tekanan bagi bank sentral untuk memperkuat pertahanan terhadap mata uang tersebut)," tulis Bloomberg dalam akun X resminya, dikutip Rabu (20/5).
Bloomberg juga menautkan artikel berjudul Bank Indonesia Rate Hike in Play as Rupiah Plumbs New Lows.
Seperti diketahui, BI telah menahan suku bunga acuan di level 4,75% selama delapan bulan berturut-turut untuk menjaga sektor riil dan kredit perbankan agar tetap bergerak demi mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Diyakini Akan Membaik Jika Presiden Prabowo Lakukan Ini
Baca Juga: Rupiah Keok, Anies Baswedan: Berhentilah Beri Obat Tidur kepada Publik!
Langkah mempertahankan suku bunga ini dilakukan secara konsisten sejak hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Oktober 2025 hingga April 2026.
Sebelumnya, BI terakhir kali memangkas suku bunga pada September 2025 sebesar 25 basis poin, dari 5,00% menjadi 4,75%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: