Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG dan Rupiah Diyakini Akan Membaik Jika Presiden Prabowo Lakukan Ini

IHSG dan Rupiah Diyakini Akan Membaik Jika Presiden Prabowo Lakukan Ini Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR), Henri Subiakto, meyakini kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan nilai tukar rupiah akan membaik jika Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah nyata untuk menangani sumber pelemahan ekonomi.

Menurut Henri, tindakan signifikan dari Presiden akan mendorong kembali kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Merosotnya IHSG dan nilai rupiah hanya akan kembali membaik jika ada tindakan nyata dan signifikan yang dilakukan Presiden, khususnya menangani sumber krisis yang membuat pasar dan publik tidak percaya pada Indonesia,” tulis Henri di akun X pribadinya, Rabu (20/5).

Ia menekankan perlunya kebijakan efisiensi anggaran dengan memangkas program-program yang dianggap boros dan tidak memberi manfaat nyata bagi iklim investasi. Henri juga menyoroti pentingnya kepastian hukum serta komunikasi publik yang terbuka dan jujur agar pasar tidak ragu terhadap Indonesia.

"Harus segera ada kebijakan nyata memangkas program program pemborosan anggaran negara yang manfaatnya jauh dari investasi ekonomi yang nyata. Membenahi secara radikal agar tercipta  kepastian hukum yang membuat pasar tidak ragu terhadap Indonesia. Semua tindakan nyata itu harus dilakukan secara terbuka, jujur, hingga menunjukkan keseriusan negara menangani krisis ini," imbuhnya.

Henri mengingatkan bahwa di era digital, arus informasi di media sosial dapat memicu kepanikan di pasar saham. Karena itu, sensitivitas dalam menangani krisis komunikasi menjadi sangat penting. Ia menegaskan, pimpinan tertinggi negara harus berhenti membuat pernyataan yang justru memperburuk persepsi publik

Baca Juga: Kritik Birokrasi, Presiden Prabowo Sindir Izin Usaha Indonesia Kalah Cepat dari Malaysia

Baca Juga: Prabowo Siapkan Ekspor SDA Satu Pintu, Danantara Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia

Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan pagi ini IHSG langsung melemah 1,35%. Setelah sempat fluktuatif, indeks kembali masuk zona merah pada jeda siang dengan pelemahan 0,60% ke level 6.332. Bahkan, sempat menyentuh titik terendah intraday di level 6.215. Penurunan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, di mana IHSG ditutup anjlok 3,46%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih tertahan di level terendah sepanjang sejarah. Pada pembukaan pasar spot pagi ini, rupiah melemah di kisaran Rp17.742–Rp17.760 per dolar AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya