Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

DSI dan Penempatan DHE SDA di Himbara Jadi Kunci Penguatan Rupiah pada 2027

DSI dan Penempatan DHE SDA di Himbara Jadi Kunci Penguatan Rupiah pada 2027 Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta implementasi Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan menjadi faktor penting dalam mendorong penguatan rupiah pada 2027.

BI menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027.

“Penguatan Rupiah tahun depan adalah implementasi kebijakan pemerintah terkait ekspor sumber daya alam, termasuk satu pintu melalui pendirian PT DSI Danantara Sumber Daya Indonesia dan juga implementasi PP DHE SDA yang baru,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam rapat Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut Perry, kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memperbesar pasokan devisa yang masuk ke dalam negeri. Kondisi itu dinilai akan memperkuat cadangan devisa nasional sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

“Dan karena kebijakan ini tidak saja akan memperbesar penerimaan negara untuk pembiayaan bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga akan meningkatkan devisa, meningkatkan cadangan devisa, dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah ke depan,” ucapnya. 

Ia menambahkan, peningkatan penerimaan negara tersebut akan memperluas ruang pembiayaan pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Di sisi lain, peningkatan devisa hasil ekspor juga akan memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Selain itu, Perry menegaskan BI akan terus menggunakan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut mencakup intervensi di pasar valuta asing, baik secara spot maupun forward, di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Ekonom Minta PT DSI Fokus Awasi Ekspor SDA, Bukan Jadi Eksportir Tunggal

Baca Juga: Bank Indonesia Tiba-tiba Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

Bank sentral juga akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing.

“Juga bagaimana perluasan-perluasan instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas dan likuiditas perbankan yang cukup dan tentu saja kecukupan cadangan devisa,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra