Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Skandal SNBT 2026: 99 Persen Kecurangan Ternyata Mengincar Prodi Kedokteran

Skandal SNBT 2026: 99 Persen Kecurangan Ternyata Mengincar Prodi Kedokteran Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menegaskan bahwa seluruh peserta yang terbukti melakukan kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 langsung dimasukkan ke daftar hitam. Para pelaku juga dipastikan tidak lagi dapat mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB Eduart Wolok mengungkapkan bahwa pola kecurangan tahun ini masih didominasi oleh target pada Program Studi Kedokteran. Ia menjelaskan bahwa data tahun sebelumnya menunjukkan hampir seluruh pelaku joki memilih prodi tersebut.

“Termasuk juga dengan yang disampaikan bahwa 99,9 persen memilih Prodi Kedokteran, iya karena itu data kecurangan yang kita dapatkan tahun lalu. Memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar Prodi Kedokteran,” kata dia dikutip dari ANTARA.

Untuk mengantisipasi pola tersebut, panitia mengubah strategi pelaksanaan ujian SNBT 2026 dengan menempatkan peserta peminat Kedokteran dan Kedokteran Gigi pada hari pertama dan kedua UTBK. Kebijakan ini dibuat untuk menutup celah kecurangan berbasis pola jadwal seperti tahun sebelumnya.

Langkah penjadwalan itu disebut sebagai strategi mitigasi agar pelaku tidak bisa lagi memanfaatkan celah sistem. Eduart menegaskan bahwa perubahan ini merupakan respons langsung terhadap temuan kecurangan yang berulang.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap sedikit pun bentuk kecurangan dalam SNBT. Ia menyebut praktik tersebut merusak integritas seleksi nasional dan mencederai peserta lain yang berjuang secara jujur.

“Apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional. Artinya kalau kita lulus, atau seseorang lulus, kan ada yang tidak lulus, ada yang disingkirkan. Dan itu tentu secara fundamental, pembangunan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai. Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus,” ujar Menteri Brian.

Brian juga menambahkan bahwa hampir 99 persen temuan kecurangan SNBT tahun ini mengarah pada Program Studi Kedokteran. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan seleksi nasional.

“Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Prodi Kedokteran,” kata Brian Yuliarto.

Temuan tersebut memperkuat hasil evaluasi panitia yang menunjukkan bahwa Kedokteran menjadi target utama praktik joki dalam SNBT. Pola ini dinilai konsisten terjadi dari tahun ke tahun dan menjadi perhatian serius pemerintah.

Baca Juga: Usai Pengumuman SNBT 2026, Langkah Penting Ini Harus Segera Dilakukan!

Hingga pelaksanaan tahun ini, panitia SNBT mencatat terdapat 38 kasus kecurangan yang berhasil diidentifikasi. Seluruh pelaku langsung dikenakan sanksi blacklist agar tidak dapat mengikuti seleksi PTN di masa mendatang.

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat untuk memastikan seleksi nasional berjalan lebih bersih. Upaya tersebut dilakukan agar SNBT benar-benar menjadi sistem seleksi yang adil bagi seluruh peserta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama