Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Kembali Lakukan 'Serangan Kejutan' ke Iran, Klaim Hanya Langkah Defensif

Amerika Kembali Lakukan 'Serangan Kejutan' ke Iran, Klaim Hanya Langkah Defensif Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan terbatas di wilayah selatan Iran pada Rabu waktu setempat.

Militer AS dilaporkan menembak jatuh sejumlah drone serta menghancurkan satu stasiun kendali darat milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di dekat kota Bandar Abbas.

Baca Juga: Tetap Tanding, Timnas Iran Dipaksa Bulak-balik Meksiko-Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Langkah itu dilakukan setelah Washington menilai drone-drone tersebut menjadi ancaman langsung bagi pasukan AS dan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.

Operasi ini menunjukkan Amerika belum benar-benar keluar dari konflik Iran, meski sebelumnya sempat muncul sinyal gencatan senjata dan deeskalasi.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan kali ini bersifat “sangat terbatas” dan “presisi tinggi”. Menurut pejabat tersebut, operasi dilakukan sebagai langkah defensif setelah terdeteksi aktivitas drone, rudal, dan pergerakan kapal kecil milik IRGC di kawasan Teluk.

“Serangan ini terbatas dan tidak merepresentasikan dimulainya kembali operasi tempur besar terhadap Iran,” kata pejabat AS tersebut.

Drone-drone yang ditembak jatuh dilaporkan tidak sempat menghantam target militer maupun sipil. Namun keberadaan drone di dekat jalur pelayaran internasional dianggap berisiko tinggi terhadap keamanan kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

Wilayah Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Ketegangan terbaru ini muncul hanya beberapa waktu setelah Iran sebelumnya dituduh mengerahkan kapal penebar ranjau dan menerbangkan drone serang di dekat kapal-kapal militer Amerika.

Aksi tersebut sempat memicu serangan balasan AS terhadap fasilitas militer Iran awal pekan ini.

Baca Juga: FIFA Kaget, Amerika Serikat Ogah Terima Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Meski kedua negara belum menyatakan perang terbuka, situasi terbaru memperlihatkan konflik Iran-AS masih jauh dari benar-benar mereda.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: