Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Biang Kerok Keributan Sapi Kurban Prabowo

Ini Biang Kerok Keributan Sapi Kurban Prabowo Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Ferry Koto menilai sumber masalah kontroversi bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto adalah komunikasi pemerintah yang keliru.

Menurut Ferry, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) gagal membedakan antara bantuan kemasyarakatan Presiden dengan kurban pribadi Presiden.

“Keributan soal sapi bantuan Presiden pada Idul Adha ini memang sumber masalahnya di komunikasi pemerintah (yang amatir). Kesalahannya ada di @KemensetnegRI juga Bakom @pco_ri, yang tidak bisa membedakan bantuan Presiden untuk perayaan Idul Adha/Qurban dengan Qurban Presiden,” tulis Ferry di akun X pribadinya, dikutip Kamis (28/5).

Ia menambahkan, ada akun Instagram yang lebih profesional menjelaskan bahwa sapi tersebut adalah bantuan kemasyarakatan Presiden, bukan kurban pribadi Prabowo.

Pada Idul Adha 2026, Presiden Prabowo mendistribusikan 1.098 ekor sapi ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menjelaskan pembelian sapi dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden.

"Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (27/5).

Seluruh hewan kurban tersebut dibeli langsung dari para peternak lokal di berbagai daerah dan direncanakan untuk dibagikan secara merata ke setiap wilayah kota dan kabupaten.

Baca Juga: Netizen Tanya Doa Kurban APBN, Begini Jawaban MUI

Baca Juga: Fakta Dibongkar! Benarkah Semua Presiden Pakai APBN untuk Kurban?

Juri mengatakan harga masing-masing sapi berbeda, tergantung dari bobot dan daerah asal hewan. Secara akumulatif, total anggaran negara yang dikucurkan untuk pembelian seribu lebih ekor sapi ini diperkirakan mencapai kisaran angka Rp100 miliar.

"Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar," kata Juri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya