Perang Ukraina Mulai Melebar? Drone Rusia Hantam Wilayah NATO dan Lukai Warga Sipil di Rumania
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Ketegangan perang Rusia dan Ukraina kembali meningkat setelah sebuah drone Rusia menghantam kawasan permukiman di Rumania yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa. Serangan itu melukai dua warga sipil dan memicu kekhawatiran bahwa perang Ukraina mulai merembet ke wilayah negara-negara NATO.
Insiden tersebut terjadi di Kota Galati, Rumania tenggara, dekat perbatasan Ukraina, saat Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran pada Kamis malam. Drone jenis Geran 2 buatan Rusia menghantam atap apartemen 10 lantai dan meledak hingga menyebabkan kebakaran.
Kementerian Pertahanan Rumania menyebut seluruh muatan drone meledak saat benturan terjadi. Ledakan itu merusak bangunan apartemen dan memaksa puluhan warga dievakuasi dari lokasi kejadian.
Serangan ini menjadi momen paling serius sejak perang Ukraina pecah karena untuk pertama kalinya drone Rusia menyebabkan korban luka di wilayah NATO. Situasi tersebut langsung memicu reaksi keras dari negara-negara Barat dan petinggi aliansi militer NATO.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi siap mempertahankan setiap jengkal wilayahnya dari ancaman Rusia. Ia juga menyebut tindakan Rusia sebagai ancaman bagi keamanan seluruh kawasan Eropa.
“Perilaku sembrono Rusia adalah bahaya bagi kita semua,” kata Rutte dalam pernyataannya di media sosial X.
Ia menambahkan dampak perang Rusia tidak lagi berhenti di perbatasan Ukraina.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyebut Rusia telah melewati garis merah baru setelah drone menghantam apartemen sipil di wilayah NATO. Pernyataan itu mempertegas meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Moskwa.
Pemerintah Rumania langsung mengerahkan dua jet tempur F-16 dan satu helikopter militer untuk memantau situasi udara saat serangan berlangsung. Pilot bahkan disebut telah diberi izin untuk menembak jatuh drone apabila kembali memasuki wilayah udara Rumania.
Otoritas setempat mengakui drone tersebut terbang rendah selama sekitar empat menit di wilayah udara Rumania sehingga sulit dideteksi radar. Sistem anti-drone milik Amerika Serikat yang berada di Rumania juga tidak digunakan karena dikhawatirkan membahayakan warga sipil di kawasan padat penduduk.
Akibat ledakan tersebut, satu apartemen di lantai 10 terbakar dan sedikitnya 70 warga dievakuasi dari gedung. Media lokal melaporkan seorang perempuan dan anaknya mengalami luka ringan dan sempat menjalani perawatan medis.
Menteri Luar Negeri Rumania Oana Toiu menyebut masuknya drone Rusia sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pemerintah Rumania bahkan telah memanggil Duta Besar Rusia untuk meminta penjelasan resmi terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Rusia Tuduh Ukraina Sengaja Pelihara Perang demi Duit Barat
Ketegangan semakin meningkat karena dalam beberapa pekan terakhir sejumlah drone perang juga sempat masuk ke wilayah udara negara-negara Baltik. Situasi ini membuat NATO meningkatkan pengawasan udara di Eropa Timur karena khawatir perang Ukraina mulai meluas keluar wilayah konflik utama.
Sampai saat ini Rusia belum memberikan komentar resmi terkait ledakan drone di Rumania tersebut. Namun insiden ini diperkirakan akan memperbesar tekanan internasional terhadap Moskwa dan memicu kekhawatiran baru soal potensi konflik langsung antara Rusia dan NATO.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama