Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindir Gubernur Jateng, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi yang Rusak Parah

Sindir Gubernur Jateng, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi yang Rusak Parah Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Randublatung dan Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak dipenuhi puluhan pohon pisang.

Aksi tanam pohon di tengah jalan ini dilakukan oleh warga setempat sebagai bentuk protes keras dan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah.

Aksi yang berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 tersebut menyasar jalan rusak parah sepanjang 2,5 kilometer. Sedikitnya ada 30 pohon pisang yang ditanam warga di area berlubang untuk menandai titik-titik jalan yang dinilai membahayakan pengendara.

Menurut penuturan warga, aksi ini dipicu oleh rasa ketersinggungan masyarakat terhadap pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut dinilai melukai hati warga karena terkesan meremehkan urgensi perbaikan jalan di kawasan tersebut.

"Warga tersinggung dengan statement Pak Gubernur yang kemarin sedikit banyak menyinggung hati masyaraka," ujar salah seorang warga setempat, Sunoto dikutip dari akun Youtube Aria Rusta.

Sunoto mendesak agar Gubernur memberikan klarifikasi langsung mengenai pernyataannya yang menyebut pembangunan jalan di Randublatung tidak terlalu penting. Padahal, akibat pembiaran selama bertahun-tahun, kecelakaan lalu lintas sering kali terjadi di jalur ini.

"Mohon biar Pak Gubernur melihat, katanya jalan di sini kalau dibangun kok enggak penting, itu apa benar? Karena itu kan harus dijelaskan," imbuh Sunoto.

Sebelum melakukan aksi tanam pohon pisang, warga sebenarnya telah berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya. Mereka mengumpulkan uang pribadi untuk menguruk atau menggrosok lubang jalan agar bisa dilalui dengan lebih aman.

Kondisi jalan yang hancur ini juga dikeluhkan oleh para sopir ekspedisi lintas provinsi. Dika, seorang sopir paket rute Surabaya-Jakarta, mengaku heran dengan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Baginya, jalur Randublatung-Cepu adalah rute utama untuk memangkas waktu tempuh.

"Sama pemerintahannya heran aku, enggak cuman jelek, waduh sudah ampun. Lubang semua. Lewat sini jalan kayak gini ampun sebenarnya. Jalan sini itu sudah terkenal rusaknya," keluh Dika. Akibat kerusakan ini, kendaraan bermuatan berat kerap tidak berani melintas karena risiko terguling.

Sebelumnya pada Selasa, 26 Mei 2026, dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Kudus, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan keluhan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Keluhan tersebut menyangkut ruas Jalan Provinsi Cepu–Randublatung di Blora yang rusak parah. Jalan ini sudah lama dikeluhkan warga karena berlubang dan rusak berat dan sempat viral di media sosial.

Menjawab hal tersebut Luthfi menjawab: "Satu, dilakukan pengecekan. Dua, disesuaikan dengan kemampuan. Dulu pernah ada salah satu Bupati di wilayah Sragen, lurahnya itu gupak (mandi lumpur-red) di jalan yang bolong. Terus jawab kalau jalan itu saya bangun, itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Kalau kita sebagai pejabat publik, viral itu biasa. Lek gak tahan viral, jenengan jangan jadi pejabat publik," kata Luthfi menjawab.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: