Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ingatkan Bahaya Ketergantungan ke Asing, Prabowo: Kalau Rakyat Lapar, Jangan Harap Bangsa Lain Menolong

Ingatkan Bahaya Ketergantungan ke Asing, Prabowo: Kalau Rakyat Lapar, Jangan Harap Bangsa Lain Menolong Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung kepada negara lain karena tidak ada bangsa lain yang akan menanggung beban ketika rakyat Indonesia menghadapi kesulitan ekonomi.

Ia menekankan bahwa transformasi ekonomi nasional harus tetap dijalankan meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal.

“Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita,” ujar Prabowo, dalam acara Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). 

Menurut Prabowo, bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan strategis meskipun tidak mudah. Pemerintah, kata dia, tidak boleh mengorbankan masa depan bangsa hanya demi kenyamanan jangka pendek.

“Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” katanya.

Baca Juga: Lima Jurus Prabowo Ubah Ekonomi RI, dari Ekspor SDA hingga Koperasi

Baca Juga: Prabowo Tak Mau Rakyat Hanya Jadi Penonton Kekayaan Alam

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sebuah negara tidak dapat dipisahkan dari kemakmuran ekonomi. Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional agar Indonesia tidak bergantung pada kekuatan eksternal.

“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan pesan tersebut dengan ajaran para pendiri bangsa, khususnya Presiden pertama RI Soekarno, yang mendorong Indonesia berdiri di atas kaki sendiri sebagai syarat utama kedaulatan negara.

“Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat,” katanya.

Prabowo juga menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, selama 81 tahun Indonesia mampu membuktikan diri tetap utuh meski memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

“Tapi kita buktikan hari ini kita masih menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang bersatu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, terutama di bidang ekonomi, akan menjadi fondasi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera.

Baca Juga: Prabowo Jadikan Transformasi Ekonomi Agenda Utama Pemerintahan

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Koperasi Pilar Ekonomi Pancasila

Ia meyakini Indonesia dapat menjadi bangsa yang dihormati dunia apabila mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat, memperkuat persatuan nasional, dan mewujudkan keadilan sosial.

“Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan makmur. Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera,” kata Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri