Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Coba Sembunyikan 'Sesuatu' Terkait Kesehatan Trump, Begini Kata Dokter Independen dari Texas

Amerika Coba Sembunyikan 'Sesuatu' Terkait Kesehatan Trump, Begini Kata Dokter Independen dari Texas Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laporan kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dirilis Gedung Putih memicu tanda tanya di kalangan sejumlah dokter independen. Alih-alih hanya memuji hasil pemeriksaan tersebut, sejumlah pakar kesehatan menilai dokumen yang dipublikasikan terlalu ringkas dan tidak menyertakan berbagai data medis penting yang lazim digunakan untuk menilai kondisi jantung seseorang secara menyeluruh.

Ahli Bedah Vaskular dari Texas, Dokter William Shutze menyoroti klaim Trump memiliki usia jantung setara pria berusia 65 tahun, meski saat ini ia telah berusia 79 tahun. Ia mengatakan laporan tersebut seharusnya menyertakan rincian yang lebih lengkap, terutama terkait hasil pemeriksaan ultrasonografi arteri karotis.

Baca Juga: Hasil Medical Check-Up Presiden Dirilis, Terjawab Sudah Kelayakan Trump Pimpin Amerika di Usia Senja

Menurutnya, informasi mengenai tingkat penumpukan plak pada pembuluh darah sangat penting untuk memberikan gambaran kesehatan kardiovaskular secara lebih akurat.

Kritik serupa juga datang dari sejumlah dokter lain yang mempertanyakan tidak dicantumkannya skor kalsium koroner, skor CAD-RADS, deskripsi plak arteri hingga hasil ejection fraction yang menunjukkan kemampuan jantung memompa darah.

Mereka menilai data-data tersebut justru menjadi indikator penting untuk mendukung kesimpulan bahwa kondisi jantung Trump benar-benar berada dalam kategori sangat baik.

Tidak hanya soal jantung, para dokter juga menyoroti minimnya penjelasan terkait beberapa kondisi kesehatan yang sebelumnya pernah dialami Trump.

Laporan terbaru memang menyebut adanya pembengkakan ringan pada kaki bagian bawah akibat insufisiensi vena kronis yang didiagnosis tahun lalu. Namun dokumen tersebut tidak menjelaskan secara rinci faktor yang menyebabkan kondisinya membaik.

Selain itu, laporan kesehatan juga tidak memuat informasi mengenai ruam di leher yang sempat dilaporkan muncul pada awal tahun ini. Dosis aspirin yang dikonsumsi Trump juga tidak dijelaskan secara rinci.

Gedung Putih membela laporan tersebut dengan menyatakan bahwa dokumen yang dipublikasikan hanyalah ringkasan hasil pemeriksaan kesehatan dan bukan catatan medis lengkap.

Meski demikian, sejumlah pakar tetap menilai publik belum mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi kesehatan presiden.

"Laporan itu hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan bagi seseorang seusianya," kata William Shutze.

Menurutnya, tidak adanya sejumlah data pendukung membuat sebagian kalangan medis sulit melakukan penilaian independen terhadap klaim-klaim kesehatan yang disampaikan Gedung Putih.

Baca Juga: Jutaan Keluarga Mulai Kesulitan Cari Makanan, Ancaman Kelaparan Tengah Mengintai Amerika

Perdebatan mengenai transparansi kesehatan presiden AS bukan hal baru. Namun dalam kasus Trump, klaim mengenai kondisi fisik yang sangat prima di usia hampir 80 tahun kembali memunculkan tuntutan agar data medis yang dipublikasikan kepada publik disampaikan secara lebih rinci dan terbuka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar