Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Intoleransi dan Ketidakadilan Masih Jadi Tantangan Besar Pengamalan Pancasila

Intoleransi dan Ketidakadilan Masih Jadi Tantangan Besar Pengamalan Pancasila Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa, mengingatkan masyarakat bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Ia menegaskan masyarakat harus menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata.

Usai menghadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Wirotama, Senin (1/6/2026), Buky menyebut bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan sosial yang menguji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai pondasi kehidupan berbangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Buky.

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru yang menuntut masyarakat dan pemerintah menghadirkan pendekatan yang lebih relevan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila.

Arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, hingga perubahan pola interaksi sosial menjadi tantangan yang harus dihadapi tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

Buky menilai keberhasilan pengamalan Pancasila dapat terlihat dari kehidupan masyarakat yang mampu menjaga toleransi antarumat beragama, menghormati nilai kemanusiaan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun, ia mengakui berbagai persoalan masih muncul di tengah masyarakat. Kasus intoleransi, kesenjangan sosial, dan berbagai bentuk ketidakadilan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

“Ketika masih ditemukan berbagai persoalan seperti intoleransi dan bentuk-bentuk ketidakadilan sosial, maka itu menjadi evaluasi bagi kita bersama bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat,” katanya.

Buky menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan, ruang diskusi publik, serta berbagai kegiatan yang memperkuat wawasan kebangsaan. Ia menilai upaya tersebut penting untuk memastikan Pancasila tetap hidup dan relevan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Sebagai lembaga representasi rakyat, DPRD Jawa Barat berkomitmen menghidupkan kembali semangat Pancasila agar tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Kita harus terus mendiskusikan Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus semakin sering menjadi bagian dari ruang dialog publik agar terus tertanam dalam kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Buky mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menghidupkan semangat gotong royong. Ia meyakini langkah tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di masa depan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar bangsa bukan sekadar menghafal lima sila, melainkan menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri