- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pendapatan Melonjak 51%, Petrindo Bidik Cadangan Batubara 378 Juta Ton hingga 2031
Kredit Foto: CUAN
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) membukukan kinerja keuangan yang tumbuh signifikan sepanjang 2025 sekaligus mempercepat ekspansi bisnis melalui rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Melalui langkah tersebut, Perseroan menargetkan total cadangan batubara grup mencapai sekitar 378 juta ton dan produksi melampaui 30 juta ton per tahun pada 2031.
Berdasarkan laporan kinerja 2025, Petrindo mencatat pendapatan sebesar US$1,215 miliar atau meningkat 51,63% dibandingkan US$801,72 juta pada 2024. Sementara itu, EBITDA Perseroan naik 24,49% menjadi US$404,62 juta sepanjang tahun lalu.
Sejalan dengan penguatan kinerja tersebut, Petrindo melanjutkan transformasi sebagai grup pertambangan dan energi terintegrasi melalui rencana akuisisi SINI yang dilakukan melalui afiliasi Perseroan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO).
Pada Desember 2025, Petrindo melalui entitas anak PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung telah menguasai 19,99% saham SINI. Perseroan juga tengah berproses untuk mengikuti aksi rights issue emiten tersebut.
Setelah seluruh transaksi diselesaikan, kepemilikan Petrindo dan/atau afiliasinya diharapkan mencapai sedikitnya 29% saham SINI. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperbesar basis aset, memperluas jaringan usaha, serta memperkuat integrasi bisnis pertambangan dan jasa pertambangan.
Secara teknis, tambahan aset dari SINI diproyeksikan membuat total cadangan batubara yang dimiliki grup mencapai sekitar 378 juta ton. Basis sumber daya tersebut dinilai menjadi fondasi bagi peningkatan produksi dan keberlanjutan operasi dalam jangka panjang.
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael mengatakan ekspansi bersama Singaraja Putra akan meningkatkan kapasitas produksi grup secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan ekspansi Petrindo bersama anak usaha dengan Singaraja Putra, kami memproyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031 nanti. Hal ini akan berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batubara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan,” ujarnya.
Selain menambah cadangan dan kapasitas produksi, transaksi tersebut juga memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo yang menggabungkan kepemilikan sumber daya tambang, kemampuan operasional Petrosea, serta dukungan infrastruktur logistik yang dimiliki maupun dikelola grup.
Melalui integrasi tersebut, peningkatan produksi tidak hanya berkontribusi terhadap penjualan batubara, tetapi juga mendorong utilisasi infrastruktur pendukung seperti jalan tambang, pelabuhan, dan fasilitas logistik yang telah dibangun Perseroan.
Baca Juga: Tambah Free Float, Prajogo Pangestu Lepas Saham CUAN Rp467,98 Miliar
Baca Juga: Danantara Kelola Ekspor SDA, Ini Kata Emiten Prajogo Pangestu
Dari sisi operasional, Petrindo bersama entitas usahanya juga menyiapkan pengembangan infrastruktur jalan tambang untuk mendukung operasional all-weather road, penggunaan double trailer, serta pengembangan armada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) truck guna meningkatkan efisiensi logistik dan produktivitas operasional.
Melalui pengambilalihan SINI, Petrindo memperluas basis sumber daya tambang sekaligus memperkuat integrasi antara kegiatan pertambangan, jasa pertambangan, dan infrastruktur logistik dalam satu rantai bisnis yang terhubung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: