OJK Ungkap Arah Merger Asuransi BUMN, Reasuransi Berpotensi Jadi Satu
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap perkembangan terbaru rencana konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah disusun oleh Danantara bersama Indonesia Financial Group (IFG).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan regulator akan memantau secara ketat arah dan skema konsolidasi yang sedang dipersiapkan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan asuransi BUMN, termasuk entitas di luar grup IFG.
"Kami sebagai regulator akan memonitor mengenai konsolidasi seperti apa. Yang jelas, perusahaan-perusahaan yang sejenis dijadikan satu," ujar Ogi dalam panel diskusi "Transformasi Industri Asuransi dan Reasuransi Nasional: Momentum Penguatan di Era Softening Market", Selasa (2/6/2026).
Menurut Ogi, pembahasan yang berkembang saat ini mengarah pada penggabungan perusahaan berdasarkan kesamaan lini usaha. Dalam skema tersebut, sejumlah perusahaan asuransi umum berpotensi dilebur menjadi satu entitas. Hal serupa juga berlaku untuk perusahaan asuransi jiwa dan asuransi syariah.
Baca Juga: AAJI Dorong Rencana Danantara Merger Asuransi BUMN
Baca Juga: Danantara Target Selesaikan Merger BUMN Aset Manajemen Bulan Ini
"Ada asuransi umum jadi satu, tadinya ada beberapa. Asuransi jiwa jadi satu. Yang syariah juga ada beberapa dijadikan satu, ada asuransi umum syariah dan asuransi jiwa syariah," katanya.
Selain sektor asuransi, pemerintah juga disebut tengah mempertimbangkan konsolidasi pada industri penjaminan. Namun, perusahaan yang menjalankan fungsi sosial seperti Jasa Raharja diperkirakan tetap dipertahankan sesuai mandat yang dimilikinya saat ini.
Ogi menambahkan, sektor reasuransi menjadi salah satu area yang berpotensi mengalami perubahan struktur paling besar. Bahkan, perusahaan reasuransi BUMN berpeluang dikonsolidasikan di luar grup IFG dan berada langsung di bawah Danantara.
"Yang reasuransi kemungkinan dikeluarkan dari grup IFG," ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah perusahaan reasuransi saat ini telah memiliki pemegang saham pengendali yang sama melalui Danantara.
"Bukan holding, pokoknya reasuransi konsolidasi, reasuransi BUMN atau anaknya BUMN. Jadi ada Nasre di grupnya IFG, ada Indonesia Re, lalu ada Tugu Re. Ultimate shareholder-nya satu, yaitu Danantara," kata Ogi.
Terkait bentuk akhir konsolidasi tersebut, OJK menilai peluang penggabungan seluruh perusahaan reasuransi BUMN ke dalam satu entitas cukup besar.
"Kita tunggu, harusnya reasuransi jadi satu," ujar Ogi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: