AI hingga Talenta Digital, Indonesia Siap Naik Kelas di Panggung Dunia
Kredit Foto: Ist
Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat lahirnya pemimpin teknologi di kawasan Asia seiring pesatnya transformasi digital, besarnya populasi, serta kompleksitas pasar domestik. Potensi tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang mempertemukan lebih dari 200 pemimpin teknologi dan digital dari berbagai sektor industri.
Forum yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026) itu digelar oleh Global CIO Forum Indonesia Chapter. Acara tersebut menjadi wadah kolaborasi, pertukaran wawasan, serta penguatan posisi pemimpin teknologi Indonesia di tingkat global di tengah percepatan adopsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
President Global CIO Forum Indonesia Chapter Hendy Harianto mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk melahirkan pemimpin teknologi yang mampu bersaing di panggung internasional.
“Melalui komunitas ini, kami ingin memperkenalkan para pemimpin teknologi Indonesia ke panggung global. Tahun sebelumnya, delapan pemimpin teknologi Indonesia mendapatkan kesempatan hadir dalam ajang World CIO 200 Grand Finale tingkat dunia. Tahun ini, Indonesia menargetkan partisipasi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu emerging technology leadership hub di kawasan Asia,” ujar Hendy.
Indonesia CIO 200 Summit memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan terus berkembang sebagai platform yang menghubungkan pemimpin teknologi nasional dengan ekosistem teknologi global. Acara tersebut menghadirkan sejumlah tokoh teknologi dan industri, antara lain Prof. Onno W. Purbo, David Formula dari BCA, Yessie Yosetya dari XLSMART, Retno Kusumawati dari Accenture, Gina Virginia dari CTBC Indonesia, Sai Prasad Kolluri dari Google Cloud, hingga Irvan Bastian Arief dari tiket.com.
Global CIO Forum sendiri merupakan komunitas kepemimpinan teknologi internasional yang memiliki lebih dari 50.000 anggota aktif di lebih dari 60 negara selama lebih dari satu dekade terakhir.
CEO sekaligus Co-Founder Global CIO Forum, Ronak Samantaray, menilai komunitas menjadi faktor penting dalam mempercepat pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.
“Kami percaya, komunitas merupakan elemen kunci agar kita dapat bergerak bersama menuju masa depan yang lebih baik. Melalui komunitas, tercipta peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara,” kata Ronak.
Selain membahas pengembangan kepemimpinan teknologi, forum tersebut juga menyoroti pemanfaatan AI sebagai pendorong produktivitas dan transformasi bisnis.
VP Data and AI tiket.com Irvan Bastian Arief mengatakan AI mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan dengan mengotomatisasi proses yang sebelumnya memakan waktu.
Sementara itu, Digital Transformation & IT Director Darma Henwa Joseph Lembayung mengingatkan bahwa implementasi AI harus berjalan seiring dengan transformasi bisnis perusahaan.
“Karena saya melihat, banyak perusahaan yang terpukau dengan AI dan mau segera implementasi. Padahal, implementasi AI membutuhkan transformasi bisnis. Jadi kita harus bisa menyelaraskan adopsi AI dengan bisnis transformasi tersebut,” ujar Joseph.
Soroti Rendahnya Keterwakilan Perempuan
Salah satu agenda utama Indonesia CIO 200 Summit 2026 adalah pembahasan mengenai peran perempuan dalam industri teknologi. Forum tersebut mencatat partisipasi perempuan di sektor teknologi Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Chief Information Technology Officer XLSMART, Yessie Yosetya, mengungkapkan perempuan yang bekerja di sektor teknologi Indonesia masih berada di bawah 20%, sementara yang menempati posisi dewan direksi hanya sekitar 8%.
“Kalau kita lihat, perempuan Indonesia di dunia teknologi kurang dari 20 persen, bahkan yang sampai board level hanya 8 persen,” ujarnya.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Global CIO Forum Indonesia Chapter meluncurkan inisiatif Women in Technology yang diklaim menjadi program pertama dalam sejarah Global CIO Forum secara global.
“Global CIO Forum Indonesia Chapter dengan bangga meluncurkan Women in Technology Initiative pertama di dunia dalam sejarah komunitas Global CIO Forum—sebuah inisiatif besar yang lahir dari Indonesia untuk dunia,” kata Hendy.
Dalam kesempatan yang sama, Global CIO Forum juga memberikan penghargaan Women in Technology Inauguration kepada sejumlah pemimpin perempuan di bidang teknologi. Selain itu, penghargaan Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026 diberikan kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid atas kontribusinya dalam pengembangan transformasi digital nasional.
Indonesia juga ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Global Women Leaders Forum pada 2026 yang akan mempertemukan perempuan pemimpin dari berbagai sektor dan negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: