Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dola AS pada 2027.
Purbaya mengatakan, target itu sejalan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi memerlukan koordinasi erat fiskal dan moneter tanpa menimbulkan crowding out effect.
"Sejalan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2027 nilai tukar diperkirakan di kisaran Rp16.800 sampai dengan Rp17.500 per US dolar," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna di DPR RI ke-21, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Selain nilai tukar, pemerintah juga menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tetap terkendali pada kisaran 6,5% hingga 7,3% pada 2027.
Di sisi pertumbuhan ekonomi, pemerintah membidik laju pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni berada pada rentang 5,8% hingga 6,5% pada 2027.
"Sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8% pada tahun 2029," ucapnya.
Purbaya menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus ditopang oleh stabilitas ekonomi yang kuat, terutama melalui pengendalian inflasi yang efektif.
Pada tahun 2027, inflasi dijaga pada kisaran 1,5% sampai dengan 3,5%. Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas, terutama pangan dan energi.
Baca Juga: Wamenkop Sebut Koperasi Jadi Kunci Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp18.177 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Ia menegaskan, pemerintah juga terus mengantisipasi risiko imported inflation melalui koordinasi dengan Bank Sentral.
"Di samping itu, sinergi dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dengan otoritas moneter melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah terus diperkuat untuk memastikan efektivitas pengendalian inflasi," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: