Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Ambil Alih KCIC dari Danantara, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

Pemerintah Ambil Alih KCIC dari Danantara, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memutuskan mengambil alih pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke Kementerian Keuangan. 

Pengalihan tersebut dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena pengelolaannya akan dilakukan melalui Special Mission Vehicle (SMV) fiskal milik pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan proses pengalihan aset dan kepemilikan KCIC dari Danantara ke Kementerian Keuangan saat ini tengah dipercepat. Pemerintah menargetkan proses tersebut rampung paling lambat pada pertengahan September 2026.

"Prosesnya akan kita percepat, mungkin pertengahan bulan ini sudah akan clear. Pertengahan September sudah akan clear ya," ujar Purbaya usai bertemu Chief Executive Officer Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, dikutip Kamis (6/8/2026).

Purbaya menjelaskan, aset KCIC nantinya akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan. Namun, pemerintah tidak akan membiayainya secara langsung melalui APBN.

Menurut dia, pengelolaan akan dilakukan melalui salah satu SMV fiskal yang dimiliki pemerintah, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau lembaga pembiayaan infrastruktur lainnya.

"Dialihkan ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kita pakai salah satu tangan BUMN, SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Jadi tidak langsung menjadi tanggung jawab APBN," katanya.

Ia menegaskan, skema tersebut membuat pengelolaan KCIC tetap berada di bawah pemerintah tanpa menambah beban fiskal negara.

"Walaupun dikelola pemerintah, tidak akan membebani APBN," tegasnya.

Purbaya juga memastikan kepemilikan saham pemerintah di KCIC nantinya berada di bawah Kementerian Keuangan, bukan lagi melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Di saya," ujarnya ketika ditanya mengenai kepemilikan KCIC setelah proses pengalihan selesai.

Sementara itu, terkait struktur kepemilikan konsorsium, Purbaya mengatakan porsi saham milik Danantara akan dialihkan kepada pemerintah. Adapun mitra asal China tetap menjadi pemegang saham dan menunjukkan komitmen untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Yang 60 persen akan diserahkan ke kita, sedangkan 40 persen masih dimiliki pihak China. Kita juga sudah tanyakan ke mereka dan sepertinya mereka masih ingin melanjutkan proyek ini. Bahkan kalau memungkinkan, proyeknya bisa diperpanjang ke arah Jawa Timur," katanya.

Baca Juga: Ferry Latuhihin Sindir Purbaya: Bertahan Karena Lobi, Bukan Kapasitas!

Baca Juga: Ekonom Meledak! Sebut Purbaya Tak Paham Ekonomi, Minta Dicopot!

Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Dony Oskaria menyatakan proses pengalihan KCIC diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan konsolidasi BUMN. 

Menurut dia, beban dari proyek KCIC selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laba bersih konsolidasi, meski pendapatan operasional sejumlah BUMN terus meningkat.

"Insyaallah mudah-mudahan beres," kata Dony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra