- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham Himbara Bakal di Buyback, OJK Ingatkan Maksimal 20% Modal Disetor
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan menghormati setiap aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan emiten sesuai ketentuan yang berlaku. Pernyataan itu setelah DPR mendorong buyback saham bank-bank BUMN oleh Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan buyback merupakan instrumen yang dapat digunakan emiten untuk menunjukkan keyakinan terhadap prospek perusahaan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal.
“OJK menghormati setiap inisiatif korporasi yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk apabila terdapat aksi korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh emiten,” kata Hasan dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Hasan, OJK juga telah memberikan fleksibilitas pelaksanaan buyback tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Berdasarkan POJK Nomor 13 Tahun 2023, emiten dapat melakukan buyback hingga maksimal 20% dari modal disetor. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk membantu menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor.
Baca Juga: Investor Pesta! IHSG Terbang 7,57% dalam Sehari, Usai BI Rate Naik dan Sinyal Buyback Himbara
Baca Juga: Saham Himbara Berterbangan, Usai DPR Dorong Pembelian Kembali Saham Bank BUMN
Pernyataan OJK itu muncul setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan adanya pembahasan mengenai peluang pembelian kembali saham-saham yang mengalami tekanan harga dalam pertemuan bersama direksi Himbara, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
“Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” kata Dasco.
Harga saham sejumlah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada perdagangan Selasa (9/6/2026) melesat. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memimpin penguatan dengan kenaikan 11,90% ke level 1.175. Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 10,24% ke level 4.090, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 8,64% ke level 3.270, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 7,72% ke level 2.790.
Dorongan buyback mencuat setelah harga saham bank-bank pelat merah mengalami koreksi tajam sepanjang tahun berjalan. Sebelum reli perdagangan Selasa, saham BBRI tercatat turun 23,9% secara year to date (YTD), BBNI melemah 22,3%, dan BMRI terkoreksi 21,58%. Sementara BBTN masih bertahan di zona positif dengan kenaikan 0,43% YTD.
OJK menilai banyak emiten di Indonesia masih memiliki fundamental yang kuat, ditopang kinerja operasional yang baik, posisi keuangan yang sehat, serta prospek usaha yang tetap positif. Dalam kondisi pasar yang mengalami tekanan, investor dinilai akan lebih mempertimbangkan fundamental dan valuasi saham dalam mengambil keputusan investasi.
Data OJK menunjukkan sejak Maret 2025 hingga 18 Mei 2026 terdapat 106 keterbukaan informasi buyback tanpa RUPS dari 65 emiten dengan total alokasi dana mencapai Rp65,34 triliun. Dari jumlah tersebut, 64 emiten telah merealisasikan buyback senilai Rp17,12 triliun atau sekitar 30,25% dari total dana yang disiapkan.
Saat ini masih terdapat tujuh emiten yang berada dalam periode pelaksanaan buyback tanpa RUPS dengan estimasi nilai mencapai Rp5,76 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: