Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5%
Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Namun, keterbatasan anggaran dinilai dapat memengaruhi ruang gerak kementerian dalam menjalankan berbagai program prioritas. Agus menjelaskan bahwa porsi belanja pegawai dan operasional dasar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika pada 2023 belanja pegawai dan operasional hanya menyerap sekitar 25 persen anggaran, pada pagu indikatif 2027 porsinya mencapai lebih dari 73 persen. Kondisi tersebut membuat ruang fiskal untuk belanja nonoperasional atau program-program strategis semakin terbatas.
"Belanja nonoperasional merupakan komponen penting yang menentukan kemampuan Kementerian Perindustrian dalam melaksanakan berbagai program prioritas dan mendukung pencapaian prioritas nasional," kata Agus.
Program-program yang menjadi fokus Kemenperin pada 2027 antara lain pembangunan sumber daya manusia industri, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), hilirisasi berbasis sumber daya alam, transformasi industri 4.0, pengembangan industri halal, peningkatan ekspor manufaktur, hingga percepatan industri hijau.
Baca Juga: Kemenperin Bangun Lembaga Verifikasi Emisi Terakreditasi untuk Percepat Dekarbonisasi Industri
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun. Dana tambahan itu akan digunakan untuk sejumlah program prioritas, termasuk restrukturisasi mesin dan peralatan industri, penguatan hilirisasi, pengembangan IKM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi industri.
Agus menegaskan, tambahan anggaran diperlukan agar target-target industri yang telah ditetapkan pemerintah dapat dicapai secara optimal.
"Kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun untuk memperkuat pelaksanaan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing, program hilirisasi, penguatan industri kecil menengah, pengembangan sumber daya manusia industri, serta transformasi industri nasional," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: