Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Panen raya melon greenhouse yang digelar Pertagas OEJA di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan pertanian modern berbasis desa.
Program budidaya melon tersebut dikelola oleh BUMDes Jaya Raya sebagai mitra binaan Community DevelopmentPertagas OEJA. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Manager Pertagas OEJA Dimas Satya Kartika Brata mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Program CSR Cakra Sembada yang bertujuan menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa.
"Kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memiliki kapasitas dan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Melalui Program CSR Cakra Sembada, Pertagas OEJA berupaya menghadirkan program yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa," ujar Dimas dalam keterangan resminya kepada Warta Ekonomi di Surabaya.
Dimas menjelaskan panen raya perdana yang dilaksanakan pada Maret 2026 menghasilkan sekitar 700 kilogram melon dengan rata-rata bobot buah mencapai 1,5 kilogram. Dengan harga jual sekitar Rp30.000 per kilogram, panen tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp21 juta.
Pada musim tanam berikutnya, BUMDes Jaya Raya berhasil meningkatkan produktivitas hingga mencapai sekitar 1,7 ton melon. Rata-rata bobot buah berkisar antara 1,8 hingga 2,5 kilogram dengan harga jual sekitar Rp30.000 per kilogram.
Dengan capaian tersebut, potensi omzet yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp51 juta dalam satu kali panen. Budidaya melon modern tersebut dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat desa.
Greenhouse melon yang dikelola BUMDes Jaya Raya memiliki siklus budidaya sekitar 70 hari, mulai dari tahap pembibitan hingga panen.
Baca Juga: Desa Energi Berdikari Pertamina Tingkatkan Panen Petani dan Tarik 72 Ribu Wisatawan
Baca Juga: Kemarau 2026 Datang, Kementan Siapkan ‘Senjata’ Baru Agar Panen Tak Ambyar!
Camat Tanggulangin Arie Prabowo mengatakan pengembangan budidaya melon modern tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya sentra melon greenhouse di wilayah tersebut.
"Program seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang nyata. Greenhouse melon di Desa Ganggangpanjang memiliki nilai strategis karena hingga saat ini menjadi satu-satunya sentra budidaya melon modern di Kecamatan Tanggulangin, sehingga memiliki peluang pasar yang sangat baik," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Annisa Nurfitri