Pertamina Buka Akses Green Financing, Vendor Proyek Hijau Bisa Dapat Dukungan Himbara
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) memperkuat transformasi pengadaan dengan membangun ekosistem Sustainable Procurement yang menghubungkan perusahaan, vendor, dan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Melalui skema tersebut, vendor yang mengerjakan proyek sesuai Taksonomi Keuangan Berkelanjutan berpeluang memperoleh dukungan pembiayaan melalui green financing.
Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam Supplier Relationship Management (SRM) Summit 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Senior Vice President Procurement Pertamina Yan Martes Andreas mengatakan perusahaan tengah menjalankan roadmapProcurement 2026–2031 yang berfokus pada penguatan komunikasi dengan pemasok, peningkatan transparansi pengadaan, pengembangan kapabilitas supplier, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam rantai pasok.
"Melalui SRM Summit ini kami ingin membangun hubungan yang lebih kolaboratif dengan supplier. Harapannya, supplier semakin memahami arah kebijakan Pertamina sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar masukan sehingga proses pengadaan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak," ujar Yan, dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, skema Sustainable Procurement menjadi salah satu upaya memperluas kolaborasi antara Pertamina, vendor, dan sektor perbankan. Melalui mekanisme tersebut, pekerjaan yang memenuhi kategori Taksonomi Keuangan Berkelanjutan berpotensi memperoleh akses pembiayaan hijau (green financing), sehingga mendukung kebutuhan pendanaan proyek sekaligus memperkuat ekosistem pengadaan nasional.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan dinamika industri energi, perubahan rantai pasok global, dan kebutuhan energi nasional menuntut seluruh ekosistem perusahaan untuk terus beradaptasi.
"Karena itu ada tiga hal yang harus terus diperkuat, yaitu budaya keselamatan, orkestrasi kolaborasi yang semakin baik, serta kemauan untuk terus berubah dan melakukan perbaikan agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan," katanya.
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M. Erry Sugiharto menambahkan pengadaan kini tidak lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan barang dan jasa, tetapi juga membangun kemitraan strategis yang mampu memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.
Menurut Erry, keberhasilan operasional perusahaan sangat bergantung pada kolaborasi dengan mitra kerja, terutama di tengah tantangan geopolitik global dan disrupsi rantai pasok.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan maupun mitra kerja.
"Keselamatan bukan sekadar persyaratan kontrak, melainkan komitmen yang harus dimiliki oleh seluruh insan Pertamina dan mitra kerja. Tidak boleh ada perbedaan standar keselamatan karena setiap orang yang bekerja untuk Pertamina berhak pulang dengan selamat kepada keluarganya," ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Cetak 21 Operator PLTS Bersertifikat untuk Perkuat Energi Desa
Baca Juga: Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan, Pertamina NRE Soroti Pentingnya Kepercayaan Stakeholder
Baca Juga: Masih Dibuka, Begini Cara dan Syarat Daftar Beasiswa KIP Kuliah Universitas Pertamina 2026
Erry juga mengajak mitra kerja meningkatkan kapabilitas, memperkuat inovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.
SRM Summit 2026 diselenggarakan secara hybrid dan diikuti sekitar 1.270 peserta secara daring yang terdiri atas mitra kerja, pelaku industri, perbankan, dan insan Pertamina. Kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi panel, coaching clinic, forum peningkatan kompetensi, serta penghargaan bagi mitra kerja yang dinilai memiliki kinerja baik dalam aspek keselamatan dan pengelolaan proyek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: