Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepala Intel soal Pergerakan Demo Mahasiswa Reformasi Jilid II: 'Jangan Sampai..'

Kepala Intel soal Pergerakan Demo Mahasiswa Reformasi Jilid II: 'Jangan Sampai..' Kredit Foto: Antara/Abriawan Abhe
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Herindra, dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, kompak mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban umum dan persatuan nasional.

Respons ini muncul setelah aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melontarkan ultimatum untuk menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk "Reformasi Jilid II" jika pemerintah gagal memulihkan kondisi ekonomi dalam 18 hari.

Kepala BIN Herindra mengajak mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan mengutamakan stabilitas negara demi kepentingan bersama.

"Yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," ujar Herindra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, ia memberikan catatan tegas agar aksi tersebut tidak mengorbankan ketertiban publik.

"Terkait dengan kegiatan di masyarakat, tentu kita selalu mengimbau agar semua kegiatan dilaksanakan dalam bentuk yang tertib," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta.

Sigit memastikan personel Polri akan mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tetap kondusif.

"Kami Polri tentunya akan terus menjaga agar apa pun bentuk kegiatan penyampaian aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi yang tertib, dan itu menjadi tujuan kita bersama dengan situasi yang ada," tambahnya.

Gelombang protes mahasiswa ini dipicu oleh kecemasan mendalam terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia telah bergerak melakukan aksi pemanasan bertajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Dalam tuntutannya, mahasiswa memberikan tenggat waktu selama 18 hari bagi kabinet pemerintahan untuk menstabilkan nilai mata uang domestik.

Jika dalam batas waktu tersebut indikator ekonomi tidak kunjung membaik, perwakilan mahasiswa menegaskan siap memobilisasi massa secara masif di berbagai wilayah untuk menuntut reformasi tata kelola ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: