Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI untuk Pertumbuhan Bisnis

Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI untuk Pertumbuhan Bisnis Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai tidak akan efektif tanpa dukungan sistem organisasi yang mampu memperkuat kapabilitas manusia. Karena itu, perusahaan perlu merekayasa human performance atau kinerja manusia sebagai fondasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam The 17th Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 yang diselenggarakan SWA Media Group bersama Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) di Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Mengusung tema “Accelerating Sustainable Growth through Engineering Human Performance”, konferensi tersebut menekankan bahwa kinerja manusia tidak hanya berkaitan dengan produktivitas individu, tetapi juga mencakup budaya kerja, kualitas kepemimpinan, serta efektivitas sistem organisasi.

Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani mengatakan perkembangan teknologi dan AI telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan. Namun, faktor manusia tetap menjadi penentu utama daya saing perusahaan.

“Teknologi memang penting, artificial intelligence juga penting, tetapi yang paling menentukan tetaplah manusia. Manusia yang unggul, budaya yang kuat, dan kepemimpinan yang baik jauh lebih sulit direplikasi. Ketika AI berfokus pada peningkatan kemampuan manusia daripada menggantikannya, manusia tetap memiliki kekuatan untuk memperoleh nilai dari inovasi yang diciptakan,” ujar Kemal.

Menurut penyelenggara, konsep engineering human performance menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja yang memungkinkan individu bekerja secara optimal, adaptif, dan berkelanjutan di tengah perubahan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi.

Managing Director LM FEB UI Yasmine Nasution menilai keunggulan kompetitif perusahaan saat ini semakin ditentukan oleh kemampuan mengelola pengetahuan (knowledge management) selain sumber daya manusia dan posisi pasar.

“People bisa berubah dan berpindah, tetapi bagaimana knowledge tetap berada di dalam perusahaan akan menjadi pembeda utama dibandingkan organisasi lain,” kata Yasmine.

Pandangan serupa disampaikan Vice Chairman SEAL AWS sekaligus anggota dewan juri Indonesia HR Excellence 2026 Priyantono Rudito. Menurutnya, keberhasilan implementasi AI tidak diukur dari tingkat otomatisasi semata, melainkan dari kemampuannya memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Human-centric AI harus mampu mengamplifikasi kemampuan manusia, mendistribusikan knowledge dan kapabilitas yang dibutuhkan ke seluruh organisasi, serta menciptakan ekosistem yang terus berkembang,” ujarnya.

Dalam sesi berbagi praktik terbaik, Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri Handi Kurniawan menjelaskan bahwa pengelolaan SDM kini diarahkan untuk membangun kapabilitas organisasi jangka panjang melalui pengembangan kompetensi masa kini dan masa depan.

Menurutnya, perusahaan perlu memetakan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan agar transformasi bisnis dapat berjalan seiring dengan kesiapan talenta.

Sementara itu, Associate Director People Partner & Development PT Great Giant Pineapple Adhi Hutama Habibi memaparkan penggunaan pendekatan gamification dalam pengelolaan SDM untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pengembangan karyawan secara berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 40 perusahaan mengikuti program Indonesia HR Excellence 2026. Penilaian dilakukan melalui lima kategori utama, yakni Employer Branding and Talent Acquisition, Learning & Development and Knowledge Management, HR Digitization & People Analytics, Wellbeing Management, serta Reward Management & Talent Retention.

Sejumlah perusahaan yang berhasil meraih penghargaan pada kategori Employer Branding and Talent Acquisition antara lain BCA, Bank Mandiri, Amartha, Great Giant Foods, dan Huawei Tech Investment. Pada kategori Learning & Development and Knowledge Management, penghargaan diberikan kepada TechConnect, Semen Indonesia, Asian Bulk Logistics, DSN Group, Garuda Food, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Di kategori HR Digitization & People Analytics, penghargaan diraih oleh HSBC, Triputra Agro Persada dan perusahaan lainnya. Sementara itu, kategori Wellbeing Management diberikan kepada Kapal Api Group, Perkebunan Nusantara III, dan sejumlah organisasi lain yang dinilai berhasil membangun program kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.

Adapun pada kategori Reward Management & Talent Retention, penghargaan diraih oleh PAM JAYA, Jakarta Industrial Estate Pulogadung serta sejumlah perusahaan lain yang dinilai berhasil menerapkan strategi penghargaan dan retensi talenta secara efektif. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri