Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Insentif EV Dorong Thailand Jadi Magnet Investasi Otomotif Asia Tenggara

Insentif EV Dorong Thailand Jadi Magnet Investasi Otomotif Asia Tenggara Kredit Foto: Istimewa

Dalam jangka panjang, Thailand menargetkan pertumbuhan penjualan BEV dari sekitar 92.576 unit pada 2023 menjadi sekitar 290.000 unit pada 2030. Jika target tersebut tercapai, kendaraan listrik diperkirakan akan menyumbang hampir 29% dari total penjualan kendaraan di negara tersebut.

Selain produsen kendaraan, peluang juga terbuka bagi sektor pendukung seperti baterai, daur ulang, pengolahan bahan baku, komponen otomotif, hingga infrastruktur pengisian daya. Perkembangan tersebut menciptakan ruang investasi baru bagi perusahaan yang ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan industri mobilitas listrik di kawasan.

Menurut Feige, keberhasilan Thailand dalam membangun industri kendaraan listrik tidak hanya akan ditentukan oleh pertumbuhan penjualan kendaraan, tetapi juga oleh kemampuan membangun rantai pasok yang kompetitif.

"Negara yang mampu mengembangkan ekosistem lengkap, mulai dari produksi hingga teknologi pendukung, akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan industri kendaraan listrik global," katanya.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan kebijakan EV Thailand menunjukkan bagaimana kombinasi insentif, target produksi lokal, dan investasi infrastruktur dapat menciptakan momentum pertumbuhan jangka panjang. Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, Thailand berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik paling penting di Asia dalam dekade mendatang.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra