Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Biar Mereka Gak pada Berantem,' Nanik S Deyang Bongkar Alasan Ditunjuk Prabowo Urus MBG

'Biar Mereka Gak pada Berantem,' Nanik S Deyang Bongkar Alasan Ditunjuk Prabowo Urus MBG Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkap alasan mengejutkan di balik penunjukannya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengurus Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Nanik, saat pertama kali ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN pada September 2025, dirinya mendapat tugas khusus sebagai penengah di antara para petinggi BGN yang berasal dari latar belakang berbeda.

Baca Juga: Harga Tiket Selangit, Penonton Piala Dunia 2026 Dicurigai Cuma Hasil Rekayasa FIFA

"Mungkin di situ bapak butuh bonek. Jadi dia taruh bonek biar di situ nggak berantem-berantem," ujar Nanik, dikutip Senin (15/6/2026).

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa sejak awal Presiden Prabowo telah melihat adanya potensi gesekan di internal lembaga yang bertanggung jawab menjalankan salah satu program prioritas pemerintah tersebut.

Namun, Nanik mengaku peran yang diberikan kepadanya ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Ia justru mengaku tidak pernah diajak mengikuti rapat penting bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakil kepala lainnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Bahkan, kewenangannya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik disebut dibatasi.

Ia hanya dilibatkan ketika terjadi insiden tertentu seperti kasus keracunan makanan, sementara urusan pengadaan dan anggaran sama sekali tidak pernah berada dalam jangkauan tugasnya.

"Saya tidak pernah investigasi soal duit. Itu nggak ada," ujarnya.

Nanik juga mengaku tidak mengetahui pengadaan berbagai barang yang kini diduga menjadi bagian dari kasus korupsi tata kelola MBG.

Padahal, kasus tersebut telah menyeret lima tersangka, termasuk Dadan Hindayana dan dua mantan petinggi BGN lainnya.

Kejaksaan Agung menduga para tersangka melakukan praktik jual beli titik dapur MBG, mengintervensi proses verifikasi mitra, serta melakukan mark up pengadaan barang.

Salah satu pengadaan yang disorot adalah pembelian 21.801 unit motor listrik dengan anggaran mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan penyimpangan pada pengadaan puluhan ribu pasang sepatu, tablet, dan ribuan televisi.

Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran

Di tengah bergulirnya penyidikan, pengakuan Nanik mengenai tugasnya sebagai "penengah" di BGN membuka gambaran baru mengenai dinamika internal lembaga tersebut sebelum akhirnya diguncang kasus dugaan korupsi program MBG.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar