Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Badak NGL (Badak LNG) berhasil mencatatkan produksi liquefied natural gas (LNG) sebesar 15,83% di atas target sepanjang 2025. Capaian tersebut diraih di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari sektor hulu yang masih membayangi industri LNG nasional.
Kinerja tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar perusahaan di Jakarta.
Sepanjang tahun lalu, Badak LNG juga berhasil memproses feed gas sebesar 14,23% di atas target yang telah ditetapkan perusahaan. Secara total, produksi LNG mencapai 7.122.857 meter kubik, sementara produksi LPG tercatat sebesar 197.496 meter kubik. Kedua capaian tersebut melampaui target yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja operasional di tengah dinamika industri energi.
"Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid. Capaian ini menjadi bukti bahwa perusahaan tetap mampu mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki secara aman, andal, efisien, dan berkelanjutan," ujar Achmad dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
Selain mencatatkan produksi di atas target, Badak LNG juga berhasil mempertahankan keandalan operasional kilang. Tingkat ketersediaan fasilitas (plant availability) mencapai 99,77%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di level 95,18%.
Sementara itu, efisiensi operasi perusahaan juga tetap terjaga dengan capaian Plant Thermal Efficiency (PTE) sebesar 83,34%.
Dari sisi tata kelola, Badak LNG kembali membukukan peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG). Hasil asesmen independen menunjukkan skor GCG mencapai 95,77 dengan predikat "Sangat Baik", naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 95,73.
Perusahaan juga mempertahankan kinerja keselamatan kerja yang positif tanpa kasus fatalitas maupun kecacatan permanen sepanjang 2025. Total jam kerja aman sejak insiden Lost Time Accident terakhir pada Desember 2006 kini telah mencapai lebih dari 134,6 juta jam kerja.
Tak hanya fokus pada operasi LNG, Badak LNG juga terus memperluas portofolio bisnis jasa energi. Pada 2025, perusahaan terlibat dalam layanan Conceptual Study dan pre-FEED untuk proyek Mini LNG Haur Gede dan Mini GTL Karang Makmur di lingkungan PT Pertamina Hulu Energi. Badak LNG juga mengelola layanan operasi dan pemeliharaan LNG Filling Station milik PT Pertamina Gas.
Baca Juga: GTSI Raih Kontrak British Petroleum untuk Distribusi LNG Domestik dari Papua
Baca Juga: Jaga Daya Tahan Industri Nasional, Ekonom: Penyesuaian Harga LNG Harus Bertahap
Kinerja positif tersebut turut mendapat pengakuan melalui raihan 38 penghargaan nasional dan internasional sepanjang 2025. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan mempertahankan penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk ke-15 kali berturut-turut sejak 2011.
Di bidang sosial, Badak LNG merealisasikan program Community Involvement and Development (CID) senilai Rp6,39 miliar yang difokuskan pada sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, dan kebencanaan.
Achmad menegaskan perusahaan akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Badak LNG optimistis dapat terus mempertahankan keunggulan operasional dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional di tengah era transisi energi," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: