Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bocoran 8 Poin Damai AS-Iran: Aset Rp442 Triliun Dicairkan, Selat Hormuz Dibuka Penuh!

Bocoran 8 Poin Damai AS-Iran: Aset Rp442 Triliun Dicairkan, Selat Hormuz Dibuka Penuh! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri perang sejak 28 Februari lalu. Presiden Donald Trump mengumumkan kabar ini melalui Truth Social pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.

Kesepakatan tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah difinalisasi kedua negara. Meski MoU memiliki 14 poin secara keseluruhan, baru delapan poin yang bocor ke publik.

1. Perang Berakhir di Semua Pihak Termasuk Lebanon

Poin pertama menegaskan penghentian perang melibatkan seluruh pihak, tidak hanya AS dan Iran. Israel wajib menghentikan serangan terhadap Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan ini.

Iran sendiri sudah menjamin perdamaian dengan AS akan mencakup Lebanon. Serangan terbaru Israel ke Beirut pada Minggu lalu bahkan menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya meski gencatan senjata sudah berlaku.

2. AS Cabut Sanksi Ekonomi Iran

AS bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran dalam kesepakatan ini. Iran kini diizinkan menjual seluruh produk minyak dan gas buminya ke luar negeri dengan keuntungan penuh.

Sebelumnya, AS melarang siapa pun membeli minyak dan gas dari Iran. Negara yang melanggar akan dikenai tarif dagang tinggi sebagai bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran.

3. AS Lepas Aset Iran Senilai Rp442 Triliun

AS bersedia melepas seluruh aset Iran yang selama ini dibekukan. Dilansir Jerusalem Post, total aset tersebut mencapai 25 miliar dolar AS atau setara Rp442,2 triliun.

Sempat beredar kabar AS akan menggunakan aset itu untuk merekonstruksi negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran. Namun kabar tersebut terbukti tidak valid karena AS akan mengirim seluruh aset langsung ke Iran.

4. AS Bantu Rekonstruksi Iran

Sebagai pihak yang lebih dulu memulai perang, AS menegaskan siap bertanggung jawab penuh. AS bersedia membantu Iran merekonstruksi seluruh kerusakan wilayah akibat perang bersama para sekutunya.

Pembahasan rekonstruksi akan dilakukan lebih lanjut dengan Iran. Proses ini ditargetkan dimulai dalam 60 hari ke depan.

5. AS Hentikan Blokade Pelabuhan dan Kapal Iran

Sejak April lalu, AS memblokade seluruh pelabuhan dan kapal Iran di Selat Hormuz. Kapal dagang maupun kapal minyak Iran tidak bisa berlayar melalui jalur perdagangan strategis tersebut.

Kini AS bersedia menghentikan blokade itu sepenuhnya. Seluruh kapal Iran dapat kembali berlayar bebas di Selat Hormuz.

6. Iran Buka Selat Hormuz Secara Penuh

Sebagai balasan atas kompromi AS, Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. AS tetap mengizinkan Iran mengontrol selat tersebut.

Pekan lalu Iran sempat menutup total Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS yang terjadi meski gencatan senjata masih berlaku. Kini kebijakan itu dibalik sepenuhnya.

7. Iran Batasi Produksi Uranium

Iran bersedia membatasi produksi uraniumnya sebagai salah satu syarat utama perdamaian. AS tidak ingin Iran memiliki cadangan uranium berlebih untuk mengembangkan senjata nuklir.

Saat ini Iran diyakini memiliki cadangan uranium sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Dilansir Al Jazeera, jumlah itu setara 60 persen dari total kebutuhan untuk membuat senjata nuklir.

8. Iran Hentikan Program Senjata Nuklir

Poin terakhir menjadi yang paling ditunggu AS. Iran bersedia menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya dan menghormati aturan Nuclear Non-Proliferation Treaty.

Baca Juga: 'Era Baru di Timur Tengah,' Ini Fakta hingga Detail Kesepakatan Iran-Amerika yang Mengubah Kawasan

AS selama ini menjadi pihak paling vokal menentang program nuklir Iran. Ancaman senjata nuklir Iran dinilai bisa membahayakan stabilitas global.

MoU lengkap berisi 14 poin kesepakatan belum dirilis ke publik. AS dan Iran dijadwalkan menandatangani dokumen tersebut di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy