Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nyerah Soal Nuklir, Trump Disebut Sudah Ingin Damai dengan Iran

Nyerah Soal Nuklir, Trump Disebut Sudah Ingin Damai dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan langkah untuk mengakhiri perang dengan Iran meski tanpa tercapainya kesepakatan nuklir. Rencana tersebut dilaporkan muncul ketika Washington berupaya memastikan jalur pelayaran dan pasokan energi kembali berjalan normal di Selat Hormuz.

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat AS, Trump dalam beberapa pekan terakhir mempersiapkan kemungkinan mendeklarasikan kemenangan dalam perang melawan Iran apabila Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh.

Trump bahkan disebut telah menyampaikan kepada penasihat seniornya mengenai keinginannya mencapai kesepakatan dengan Iran tanpa harus menunggu tercapainya perjanjian terkait program nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada WSJ bahwa AS menilai seluruh tujuan militernya terhadap Iran telah tercapai. Setelah itu, fokus Trump disebut bergeser pada upaya menjaga kelancaran lalu lintas kapal pengangkut energi melalui Selat Hormuz.

Dalam pembicaraan dengan para penasihatnya, Trump disebut meyakini Iran tidak akan melanjutkan program nuklirnya selama ia menjabat sebagai presiden.

Keyakinan tersebut dikaitkan dengan serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025. Trump juga disebut menilai ancaman serangan militer AS sudah cukup menjadi faktor pencegah bagi Teheran untuk kembali mengembangkan program nuklirnya.

Atas dasar itu, Washington disebut membuka kemungkinan memperpanjang gencatan senjata untuk jangka waktu yang belum ditentukan, selama AS dapat memastikan program nuklir Iran tetap terkendali.

Namun, opsi militer belum sepenuhnya dikesampingkan. Trump masih disebut memiliki pilihan untuk melakukan operasi militer jika Iran kembali menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Dalam skenario yang tengah dipertimbangkan Trump, pembukaan penuh Selat Hormuz menjadi salah satu syarat penting.

Baca Juga: Trump Balik Minta Ganti Rugi Iran Soal Gaza hingga Suriah

Trump disebut siap mencabut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran apabila Teheran memastikan Selat Hormuz terbuka sepenuhnya bagi pelayaran.

Sebelumnya, Trump juga telah meminta pembatalan serangan lanjutan terhadap Iran. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan harapan tercapainya kesepakatan damai yang mencakup pembukaan Selat Hormuz sekaligus pengaturan mengenai program nuklir Iran.

Perkembangan terbaru datang dari Kementerian Luar Negeri Iran. Pada Rabu, pemerintah Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai detail geografis rute pelayaran yang akan digunakan kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz secara aman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: