Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jangan Keliru, Doa Akhir Tahun Hijriah Dibaca Sebelum Maghrib, Ini Tiga Permohonan Utamanya

Jangan Keliru, Doa Akhir Tahun Hijriah Dibaca Sebelum Maghrib, Ini Tiga Permohonan Utamanya Kredit Foto: Pexels/Rizky Sabriansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi banyak umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan melakukan introspeksi diri. Salah satu amalan yang kerap dilakukan menjelang datangnya 1 Muharram adalah membaca doa akhir tahun Hijriah.

Namun, masih banyak masyarakat yang mengira doa tersebut dibaca setelah masuk malam Tahun Baru Islam. Padahal, sejumlah ulama menganjurkan doa akhir tahun diamalkan sebelum waktu Maghrib pada hari terakhir bulan Zulhijah.

Anjuran tersebut berkaitan dengan berakhirnya tahun Hijriah lama dan dimulainya tahun Hijriah yang baru. Karena itu, doa akhir tahun dibaca sebelum matahari terbenam sebagai bentuk penutup perjalanan ibadah selama setahun terakhir.

Dalam berbagai literatur keislaman, doa akhir tahun tidak hanya dipahami sebagai rangkaian bacaan semata. Doa tersebut menjadi sarana muhasabah atau evaluasi diri atas berbagai perbuatan yang telah dilakukan sepanjang tahun.

Melalui doa tersebut, seorang Muslim diajak untuk mengingat kembali kesalahan yang pernah dilakukan, memohon ampunan kepada Allah SWT, serta berharap agar amal baik yang telah dikerjakan diterima dan bernilai pahala.

Menurut sejumlah referensi amaliah Islam, waktu yang dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib pada hari terakhir bulan Zulhijah. Untuk Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, doa tersebut dapat diamalkan pada Senin, 15 Juni 2026 sore sebelum azan Maghrib berkumandang.

Tiga Permohonan Utama dalam Doa Akhir Tahun Hijriah

Jika dicermati, isi doa akhir tahun Hijriah memiliki beberapa pesan penting yang menjadi inti permohonan seorang hamba kepada Allah SWT.

1. Memohon Ampunan atas Dosa yang Pernah Dilakukan

Bagian terbesar dari doa akhir tahun berisi pengakuan atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin dilakukan sepanjang tahun. Umat Muslim diajak untuk memohon ampun atas dosa yang belum sempat ditaubati.

Permohonan ampun tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, pergantian tahun dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Memohon Agar Amal Kebaikan Diterima

Selain berisi istighfar, doa akhir tahun juga memuat harapan agar seluruh amal saleh yang telah dilakukan selama setahun diterima oleh Allah SWT. Baik ibadah wajib maupun sunnah diharapkan menjadi bekal kebaikan bagi seorang Muslim.

Harapan ini menjadi bagian penting dalam doa karena tidak ada seorang pun yang dapat memastikan amalnya diterima kecuali atas rahmat dan kehendak Allah SWT.

3. Memohon Keberkahan untuk Masa Depan

Pesan lain yang terkandung dalam doa akhir tahun adalah harapan agar Allah SWT tidak memutus rahmat dan pertolongan-Nya. Permohonan ini menjadi simbol optimisme dalam menyambut tahun yang baru.

Dengan memanjatkan doa tersebut, umat Muslim berharap dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih taat, serta memperoleh keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan pada tahun mendatang.

Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah Versi Pendek

Selain versi panjang yang banyak ditemukan dalam berbagai kitab amaliah, terdapat pula versi pendek yang umum diamalkan umat Muslim menjelang pergantian tahun Hijriah.

"Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim."

Arti Doa Akhir Tahun Hijriah

Doa tersebut memiliki makna yang mendalam karena berisi pengakuan seorang hamba atas berbagai kesalahan yang dilakukan selama setahun terakhir serta harapan agar Allah SWT berkenan memberikan ampunan.

Artinya:

"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Makna doa tersebut menunjukkan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar pergantian angka. Di dalamnya terdapat ajakan untuk mengevaluasi diri, memperbanyak istighfar, dan memperkuat harapan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Wow! CEO TRIV Gabriel Rey Kurban 7 Ton Sapi di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Momentum Muhasabah Menjelang 1 Muharram

Berbeda dengan perayaan tahun baru yang identik dengan kemeriahan, pergantian tahun dalam kalender Hijriah lebih banyak diisi dengan refleksi dan peningkatan kualitas ibadah. Karena itu, membaca doa akhir tahun menjadi salah satu tradisi yang masih diamalkan oleh banyak Muslim hingga saat ini.

Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, istighfar, membaca Al-Qur'an, dan melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal untuk membuka lembaran baru yang lebih baik dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: