Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ruben Onsu Cuma Ingin Satu Hal Ini, Polemik Nafkah Rp200 Juta Bisa Langsung Beres!

Ruben Onsu Cuma Ingin Satu Hal Ini, Polemik Nafkah Rp200 Juta Bisa Langsung Beres! Kredit Foto: Instagram/ruben_onsu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perseteruan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah tak kunjung reda. Kali ini, sorotan mengarah pada besaran nafkah anak yang disebut mencapai sekitar Rp200 juta per bulan.

Di tengah polemik yang belum mereda, kubu Ruben mulai mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut dan membuka peluang untuk melakukan evaluasi ulang terhadap seluruh kesepakatan yang ada.

Namun, menurut pihak Ruben, ada satu syarat utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum berbagai persoalan itu bisa diselesaikan secara lebih damai.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya sudah lama berusaha mencari jalan agar bisa memiliki waktu lebih banyak bersama anak-anaknya. Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan.

"Dari dulu juga sudah lelah. Ruben kan sudah berupaya berbagai macam cara untuk bisa bertemu dengan anaknya, tapi kan selalu diputar-putar gitu loh. Lempar sana lempar sini," ungkap Minola.

Baca Juga: Tak Kunjung Bertemu Anak, Ruben Onsu Curigai Sarwendah: Jangan-jangan...

Menurut Minola, apabila komunikasi terkait anak-anak dapat berjalan dengan baik, maka persoalan nafkah maupun berbagai sengketa lain akan jauh lebih mudah dibicarakan. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah keterbukaan serta perhitungan yang lebih masuk akal mengenai kebutuhan anak.

"Masalah penundaan uang nafkah juga mungkin akan mudah dibicarakan dan bagaimana cara menghitung uang nafkah yang fair. Jangan sampai seperti kemarin, banyak uang-uang yang tidak jelas peruntukannya kan begitu ya," katanya.

Pihak Ruben juga menilai evaluasi terhadap pembagian aset bersama perlu dilakukan kembali. Terlebih, ada sejumlah harta yang disebut masih memiliki kewajiban atau beban tertentu sehingga perlu pengaturan yang lebih jelas ke depannya.

"Masalah harta gana-gini juga mungkin bisa dievaluasi lagi. Mana yang menjadi, yang sudah tidak dibebani kewajiban, dan mana masih yang dibebani kewajiban, bagaimana pengaturannya. Itu akan lebih mudahlah," ucap dia.

Meski demikian, bagi Ruben Onsu, persoalan utama tetap berkaitan dengan hak untuk bersama anak-anaknya. Menurut Minola, jika Ruben mendapatkan kesempatan menghabiskan waktu beberapa hari dalam seminggu dengan anak-anak, maka berbagai persoalan lain diyakini akan lebih mudah dicari titik temunya.

Ia menggambarkan bahwa yang diinginkan Ruben sebenarnya bukan sesuatu yang rumit. Hanya kesempatan untuk menjalani peran sebagai ayah secara utuh, mulai dari mengantar sekolah, menjemput, hingga menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anaknya.

Baca Juga: Ruben Onsu Heran Biaya Balet Anak Rp22 Juta, Sarwendah Diam-diam Mark Up?

"Ruben punya waktu dua hari atau tiga hari dalam satu minggu. Jadi ya nginepnya di rumah, sama Ruben tiga hari. Quality time, jalan, makan, jemput sekolah, antar sekolah, tiga hari. Setelah itu kembali lagi ke rumah mamanya. Kan nggak sulit kan gitu loh maksudnya," terangnya.

Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa polemik nafkah ratusan juta rupiah per bulan kini bukan lagi sekadar soal angka. Di baliknya, ada tarik ulur mengenai hak asuh, waktu bersama anak, hingga berbagai kesepakatan pasca-perceraian yang tampaknya masih menyisakan banyak tanda tanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: