- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Amar Bank Bagikan 78% Laba untuk Dividen, Investor Kantongi Rp6,11 per Saham
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026), setelah perseroan mencatat kinerja keuangan yang tumbuh dan membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal I 2026.
Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan konsistensi kebijakan distribusi laba perusahaan.
“Kita menggunakan momentum ini untuk meningkatkan shareholder value, kita bagikan bagaimana memberikan profit kita kepada para pemegang saham dan kita pun mengusahakan agar shareholder value ini pun terus dirasakan,” ujar David dalam RUPST di Jakarta, Kamis (19/6/2026).
Menurut David, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) Amar Bank mencapai sekitar 78% dari laba yang dibagikan kepada pemegang saham.
“Dividend payout ratio-nya, itu di sekitar 78% dan ini cukup konsisten, karena selalu kita juga di sekitar 70-80% juga yang kita bagikan dari profit tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan, perseroan akan menjaga pertumbuhan laba secara berkelanjutan guna mempertahankan kemampuan membagikan dividen pada masa mendatang.
“Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, Amar Bank membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar pada kuartal I 2026. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit bruto sebesar 30,62% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun.
Pada periode yang sama, total aset perseroan meningkat 34,72% YoY menjadi Rp6,93 triliun.
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perseroan dalam memperluas layanan keuangan digital, khususnya untuk segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Blue Bird Guyur Dividen Rp166 per Saham, Ini Jadwal Pembayarannya
Baca Juga: Provident Investasi Bagikan Dividen Rp50 Miliar dari Laba Bersih Buku 2025
“Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan,” ujar Vishal.
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Amar Bank juga memperbaiki kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net turun menjadi 0,86% pada Maret 2026 dari 1,48% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 115,46% YoY. Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 99,17%, memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi kredit sekaligus menjaga kebijakan pembagian dividen ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: