Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Trump Sudah Putus Asa,' Iran Tertawakan Ancaman Keras Amerika di Selat Hormuz

'Trump Sudah Putus Asa,' Iran Tertawakan Ancaman Keras Amerika di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menanggapi dengan nada mengejek ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam mengambil alih Selat Hormuz dan menghancurkan Iran apabila Teheran menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Pemerintah Iran justru menilai pernyataan Trump mencerminkan keputusasaan Washington.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mempertanyakan efektivitas tekanan yang selama ini dilancarkan Amerika Serikat terhadap negaranya.

Baca Juga: 'Dia Harus Jaga Ucapannya,' Presiden Amerika Ngamuk dan Ancam Ambil Seluruh Wilayah Iran

"Apakah mereka tidak pernah berpikir, jika ancaman mereka benar-benar berhasil, mereka tidak akan berada pada tingkat keputusasaan seperti sekarang?" kata Ghalibaf, dikutip Senin (22/6).

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Trump mengaku telah memperingatkan langsung para pemimpin Iran bahwa jika Teheran menutup Selat Hormuz, maka Iran tidak akan lagi memiliki negara.

"You close it and you won't have a country," kata Trump.

Presiden AS itu juga menyatakan Amerika dapat menjadi "Guardian Angel" atau malaikat penjaga Selat Hormuz dan mengambil 20 persen dari minyak yang melewati jalur tersebut. Bahkan, Trump mengancam akan mengambil alih selat itu jika diperlukan.

Namun, Ghalibaf menegaskan Iran sama sekali tidak gentar dengan ancaman tersebut. Menurutnya, Teheran tidak menganggap serius pernyataan-pernyataan yang disampaikan Washington.

"Kami sama sekali tidak menganggap serius ancaman Amerika. Mereka sebaiknya menjaga ucapan mereka," tegas Ghalibaf.

Ia juga mengingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah siap merespons setiap bentuk tekanan dari Amerika Serikat.

"Pasukan bersenjata kami siap memberikan respons dengan cara yang berbeda. Tidak peduli seberapa banyak mereka berbicara, kitalah yang akan bertindak," ujarnya.

Ketegangan terbaru ini kembali memperkeruh hubungan kedua negara di tengah upaya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berlangsung di Swiss.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar 19 juta barel minyak per hari melintasi perairan tersebut. Setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak harga minyak global dan mengguncang perekonomian dunia.

Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Ingin Caplok Selat Hormuz, Siap Kenakan Tarif Mirip Rencana Iran

Respons Iran yang bernada mengejek menunjukkan bahwa perang pernyataan antara Washington dan Teheran masih jauh dari mereda, meski kedua negara tengah membuka jalur diplomasi untuk mencari solusi atas konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar