Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Korban Tewas Gelombang Panas di Spanyol Tembus 212 Orang, Suhu Mencapai 43,7 Derajat

Korban Tewas Gelombang Panas di Spanyol Tembus 212 Orang, Suhu Mencapai 43,7 Derajat Kredit Foto: Pexels/Brett Sayles
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gelombang panas ekstrem yang melanda Spanyol terus memakan korban jiwa. Sedikitnya 212 orang dilaporkan meninggal dunia akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan suhu panas dalam empat hari terakhir.

Data tersebut dirilis sistem pemantauan kematian MoMo untuk periode Minggu (21/6) hingga Rabu (24/6) waktu setempat.

MoMo mencatat angka kematian harian di seluruh wilayah Spanyol. Data itu kemudian dibandingkan dengan rata-rata historis untuk menghitung kematian yang berkaitan dengan gelombang panas.

Badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, juga mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi tersebut.

AEMET memperingatkan adanya "bahaya serius, bahkan luar biasa" karena gelombang panas diperkirakan masih akan berlanjut.

Wilayah utara Spanyol diprediksi mengalami dampak paling parah. Suhu di beberapa daerah bahkan diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius.

Kondisi itu diperburuk oleh rendahnya penggunaan pendingin udara di kawasan tersebut.

Data portal properti Idealista menunjukkan hanya sekitar 1 hingga 9 persen rumah di wilayah utara yang memiliki pendingin udara. Angka itu jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 41 persen.

Gelombang panas yang dimulai sejak Minggu (21/6) juga memecahkan sejumlah rekor suhu.

Wilayah Cantabria mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 43,7 derajat Celsius. Rekor suhu malam hari juga tercatat di Kota Zamora dan Provinsi Almeria.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

"Bagaimana kita bisa melindungi diri? Hal yang paling penting adalah air, tempat berteduh, dan ruangan yang sejuk. Jika Anda merasa lelah, sakit kepala, mual, atau mengalami kram, bisa jadi Anda sedang mengalami heatstroke," kata Garcia.

Ia mengatakan suhu panas dapat mengancam keselamatan jiwa.

"Suhu panas bisa mematikan, dan perubahan iklim juga mematikan," ujarnya.

Baca Juga: Venezuela Berduka, Korban Tewas Akibat Gempa Bertambah Jadi 32 Orang

Garcia juga mengimbau masyarakat yang memiliki pendingin udara untuk membantu kerabat atau tetangga yang membutuhkan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan sedikitnya 101 kematian akibat suhu panas selama Mei 2026. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi untuk bulan Mei sejak pendataan dilakukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: