Kredit Foto: IPOT
PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan dua fitur baru pada aplikasi IPOT, yakni AI Analytics dan Trade Flow, sebagai bagian dari pengembangan platform perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Fitur tersebut dirancang untuk membantu investor menganalisis data pasar dan menyusun keputusan investasi melalui pemrosesan data secara otomatis.
Peluncuran tersebut menandai pengembangan IPOT dari platform yang berfokus pada penyediaan data pasar menjadi aplikasi yang mengintegrasikan analisis berbasis AI dalam proses pengambilan keputusan investasi.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan teknologi yang dikembangkan perseroan memanfaatkan algoritma matematis, market intelligence, dan AI untuk mengolah berbagai data pasar menjadi hasil analisis yang lebih mudah dipahami investor.
“Mesin AI Decision Engine yang dulunya hanya kami sediakan khusus untuk institusi raksasa, kini resmi didekonstruksi dan diserahkan secara utuh kepada investor ritel Indonesia. IPOT mendefinisikan ulang lanskap investasi nasional. Ketika teknologi analytics lain berhenti hanya menjadi tumpukan data, AI IPOT bertindak sebagai AI trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi keputusan trading yang lebih tajam, presisi, dan objektif,” ujar Moleonoto.
Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut bertujuan mempercepat proses analisis investasi sekaligus membantu mengurangi bias dalam pengambilan keputusan.
“Filosofi pengembangan teknologi IPOT sangat sederhana bahwa Artificial Intelligence seharusnya tidak digunakan hanya untuk melaporkan pasar. Artificial Intelligence harus digunakan sebagai trading assistant untuk memperkuat keputusan, meningkatkan akurasi dan presisi, mengurangi bias, mempercepat financial analysis, serta memperkuat proteksi investasi,” katanya.
AI Analytics mengintegrasikan berbagai indikator investasi, mulai dari valuasi, fundamental, analisis teknikal, pergerakan investor asing, aktivitas smart money, likuiditas, hingga sentimen berita untuk menghasilkan ringkasan analisis investasi.
Melalui menu Overview, sistem menyajikan kesimpulan kondisi saham berdasarkan kombinasi analisis fundamental, teknikal, arus transaksi, dan berita dalam bentuk indikator bullish, neutral, atau bearish.
Fitur tersebut juga menyediakan analisis laporan keuangan, kualitas fundamental perusahaan, proyeksi bisnis, posisi kompetitif emiten, hingga identifikasi risiko yang berpotensi memengaruhi valuasi saham.
Sementara itu, fitur Trade Flow dikembangkan untuk menganalisis pola transaksi pelaku pasar, termasuk aktivitas investor asing, smart money, dan transaksi agresif. Sistem AI mengolah data perdagangan menjadi informasi mengenai akumulasi, distribusi, arah aliran dana, hingga dominasi tekanan beli maupun jual.
Melalui fitur tersebut, investor dapat memantau perubahan arus dana, aktivitas pembelian dan penjualan investor asing, serta tingkat agresivitas transaksi pasar secara lebih terstruktur sebagai bagian dari proses analisis investasi.
Baca Juga: IPOT Soroti Fenomena FOMO, Banyak Anak Muda Investasi Tanpa Pahami Risiko
Baca Juga: IPOT Dorong Literasi Finansial dan AI untuk Generasi Muda Indonesia
Menurut Moleonoto, pengembangan AI Analytics dan Trade Flow merupakan upaya memperluas akses investor ritel terhadap perangkat analisis yang selama ini lebih banyak digunakan oleh investor institusi.
“IPOT mendemokratisasikan institutional intelligence tersebut kepada seluruh investor ritel Indonesia. AI Analytics dan Trade Flow IPOT bukan sekadar peluncuran fitur. Ini adalah Democratization of Institutional Intelligence,” ujarnya.
Saat ini, fitur AI Analytics dan Trade Flow tersedia tanpa biaya tambahan bagi pengguna aplikasi IPOT.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: