Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Keliling untuk PSI, AHY: Demokrat Pilih Urus Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jokowi Keliling untuk PSI, AHY: Demokrat Pilih Urus Ekonomi dan Lapangan Kerja Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Pemilu 2029 masih relatif lama. Hal ini ia sampaikan menanggapi safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).. 

“Kami melihat pertama 2029 itu masih relatif jauh, masih bisa dikatakan tiga tahun lagi,” kata AHY di Rusun PIK II Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, dikutip Selasa (30/6.)

Menurut AHY, Demokrat lebih memilih memusatkan perhatian pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat ketimbang sibuk membicarakan kontestasi politik mendatang. Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh kader untuk mengutamakan penyelesaian isu publik.

“Mari kita membangun empati di tengah-tengah masyarakat yang tentunya juga mengharapkan pemerintahnya, pemimpinnya, politisi-politisinya juga fokus untuk bisa menjawab isu-isu yang mereka hadapi saat ini,” ucap dia. 

Ia menyebut sejumlah isu yang mendesak, mulai dari kondisi ekonomi, daya beli, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. AHY menambahkan, Demokrat ingin memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap menghadirkan progres di tengah ketidakpastian global.

Karena itu, AHY menilai pembahasan politik menuju Pemilu 2029 belum menjadi prioritas. 

Baca Juga: Safari Politik Jokowi Bikin Heboh: PSI Naik Elektabilitas, Prabowo Dapat Sinyal, Janji Istirahat Terbantahkan

"Kita ingin memastikan itu dulu, dan kita harus serius benar mengawal segala kebijakan dan program untuk menuntaskan permasalahan rakyat," pungkas dia.

Sebelumnya, Jokowi memulai safari politik bersama PSI dengan menghadiri agenda di Lampung pada Jumat (26/6/2026). Kehadirannya mengenakan atribut PSI memunculkan beragam tafsir, mulai dari upaya memperkuat mesin partai hingga menjaga pengaruh politik pasca lengser.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya