Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zelensky Sindir Putin Tak Peduli Rakyat Rusia, Warga Kini Harus Antre BBM akibat Perang

Zelensky Sindir Putin Tak Peduli Rakyat Rusia, Warga Kini Harus Antre BBM akibat Perang Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Vladimir Astapkovich
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan sindiran tajam kepada Vladimir Putin dengan menuding pemimpin Rusia itu lebih memilih melanjutkan perang daripada memikirkan penderitaan rakyatnya yang kini harus mengantre bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Zelensky, situasi kelangkaan BBM di Rusia menjadi bukti bahwa dampak perang kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat negara tersebut, meski Moskow selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Dalam pernyataannya pada Senin (29/6) malam, Zelensky menyebut penolakan Putin terhadap usulan Ukraina untuk mengurangi intensitas serangan menunjukkan minimnya kepedulian Kremlin terhadap kondisi domestik.

"Bahkan negara penghasil minyak, atau 'pom bensin' sebagaimana Rusia sering dijuluki, kini menghadapi kelangkaan bahan bakar," ujar Zelensky.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi langsung dari perang yang terus dipertahankan Rusia selama lebih dari empat tahun.

"Ini adalah konsekuensi langsung dari perang. Salah satu dari sekian banyak konsekuensi. Ini juga merupakan contoh bagaimana Ukraina merespons -- dengan presisi, bukan melalui terorisme," lanjutnya.

Sindiran itu muncul sehari setelah Putin menolak usulan Ukraina untuk menghentikan serangan jarak jauh serta mengurangi eskalasi pertempuran yang terus berlangsung di berbagai front.

Tak hanya menyinggung persoalan energi, Zelensky juga menyasar target militer Rusia di wilayah Donbas yang dinilainya terus meleset sejak invasi dimulai pada 2022.

Presiden Ukraina itu mengklaim Kremlin telah berulang kali menetapkan tenggat untuk menguasai wilayah timur negaranya, namun target tersebut terus mundur hingga belasan kali.

"Kepemimpinan politik Rusia tetap terobsesi dengan Donbas. Jika Rusia tidak mengakhiri perang, mereka harus kembali menunda tenggat waktu tersebut," kata Zelensky.

Pernyataan itu menjadi sindiran langsung terhadap ambisi Moskow menguasai wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson yang hingga kini belum sepenuhnya berhasil direbut.

Di sisi lain, Ukraina menilai laju ofensif Rusia mulai melambat setelah serangan drone jarak jauh Kyiv berkali-kali menghantam fasilitas industri minyak dan infrastruktur energi Rusia.

Baca Juga: Buntut Aturan Ekstremis Putin, Pemilik Bar di Rusia Dihukum 7 Tahun Penjara Karena LGBT!

Serangan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan distribusi BBM di sejumlah wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, Putin sebelumnya mengakui negaranya memang sedang mengalami kekurangan pasokan bahan bakar, namun menegaskan kondisinya belum berada pada tingkat yang kritis.

Menurut Putin, pemerintah Rusia telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi persoalan tersebut agar pasokan energi kembali stabil.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama