Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Sindir Kemampuan Amerika Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Fair Play Itu Bukan Sekedar Slogan

Iran Sindir Kemampuan Amerika Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Fair Play Itu Bukan Sekedar Slogan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tim Nasional Iran melontarkan sindiran terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Iran mempertanyakan apakah seluruh peserta benar-benar mendapatkan perlakuan yang adil selama mengikuti turnamen usai mereka gagal masuk fase gugur.

Iran sendiri tidak secara langsung menyebut panitia penyelenggara, Amerika Serikat maupun Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Namun mereka mengisyaratkan adanya berbagai keputusan yang dinilai mengurangi prinsip keadilan dalam kompetisi.

Baca Juga: Diakui Menterinya Trump, Pejabat Amerika Senang Tak Perlu Urusi Timnas Iran Lagi di Piala Dunia 2026

"Apakah setiap tim benar-benar bertanding dalam kondisi yang setara dan dengan standar profesional yang sama?" ungkap Timnas Iran, dikutip Rabu (1/7).

Iran menyebut terdapat serangkaian keputusan, pengaturan logistik dan berbagai keadaan selama turnamen yang menurut mereka telah mengurangi rasa keadilan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

"Fair Play bukan sekadar slogan yang dicetak di papan iklan, tetapi merupakan identitas sepak bola. Namun turnamen ini mengingatkan bahwa masih ada jarak yang sangat besar antara kata-kata yang menginspirasi dan tindakan nyata," demikian isi pernyataan tersebut.

Kritik itu tidak lepas dari berbagai pembatasan yang dialami Iran di Piala Dunia 2026. Iran mengalami hal tersebut akibat ketegangan politik antara Teheran dan Washington. Mereka misalnya terpaksa memindahkan pusat latihannya di Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko.

Rombongan Iran tak diberik waktu lama untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Mereka hanya diizinkan sehari sebelum dua pertandingan pertama mereka meski memang pada akhirnya kebijakan tersebut dilonggarkan dengan mengizinkan tim masuk dua hari lebih awal. Meski demikian, setelah pertandingan selesai mereka tetap diwajibkan kembali ke markas di Meksiko.

Sebelumnya, Pelatih Iran, Amir Ghalenoei dan Kapten Iran, Mehdi Taremi juga secara terbuka mengkritik perlakuan yang diterima timnya. Keduanya menilai Iran tidak memperoleh fasilitas dan perlakuan yang setara dengan negara peserta lainnya.

Iran juga merasa dirugikan oleh keputusan wasit pada pertandingan terakhir fase grup melawan Mesir. Gol kemenangan yang tercipta pada masa injury time dianulir karena offside yang sangat tipis, sehingga mereka gagal lolos ke babak 32 besar.

Meski menyampaikan kritik, mereka juga tetap mengakhiri turnamen dengan menyatakan kebanggaannya atas perjuangan tim. Namun mereka berharap penyelenggaraan piala dunia di masa mendatang benar-benar menjunjung tinggi prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta tanpa dipengaruhi faktor di luar sepak bola.

Baca Juga: Konsentrasi Prabowo Terganggu dengan Adanya Safari Politik Jokowi, Kata Pengamat

Iran dengan hal tersebut secara tidak langsung menyindir kapasitas tuan rumah yang dimiliki oleh Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Bagi mereka, menjadi tuan rumah bukan hanya soal menyediakan stadion dan fasilitas, tetapi juga memastikan seluruh peserta diperlakukan secara adil, manusiawi dan bermartabat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar