Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Warga Protes Lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Pati, Pemdes Buka Alasan Dibangun di Tengah Tambak

Warga Protes Lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Pati, Pemdes Buka Alasan Dibangun di Tengah Tambak Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menjadi perhatian warga karena lokasinya berdiri di tengah kawasan tambak dan cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas koperasi dalam melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Bangunan koperasi diketahui telah rampung dibangun dan tinggal menunggu peresmian. Lokasinya berada sekitar 150 hingga 300 meter dari rumah warga dengan akses jalan yang sebagian masih berupa tanah.

Sejumlah warga menilai posisi bangunan tersebut kurang strategis untuk pusat kegiatan ekonomi desa. Mereka khawatir masyarakat akan kesulitan menjangkau koperasi sehingga pemanfaatannya tidak dapat berjalan maksimal.

Salah seorang warga, Didik Mulyono, mengaku sejak awal tidak setuju apabila koperasi dibangun di kawasan tambak. Menurutnya, koperasi seharusnya berada di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas warga agar benar-benar menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat.

"Lokasinya terlalu jauh dari rumah warga. Di sekelilingnya juga tambak semua. Saya khawatir nanti masyarakat justru malas datang sehingga koperasi kurang dimanfaatkan," ujar Didik.

Didik mengungkapkan bahwa rencana awal pembangunan koperasi sebenarnya berada di lapangan bola voli yang terletak di tengah desa. Namun usulan tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari warga.

Lapangan tersebut selama ini menjadi satu-satunya fasilitas olahraga sekaligus ruang berkumpul masyarakat. Karena alasan itu, warga meminta lokasi pembangunan dipindahkan agar fasilitas umum tetap bisa digunakan.

"Lapangan voli itu satu-satunya tempat olahraga dan hiburan warga. Karena banyak yang keberatan, akhirnya lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan tambak ini," katanya.

Pemerintah Desa Langgenharjo membantah anggapan bahwa penentuan lokasi dilakukan secara sepihak. Kepala Desa Langgenharjo Rustamaji menegaskan keputusan tersebut telah melalui musyawarah desa dan mendapat persetujuan masyarakat.

Menurut Rustamaji, lahan yang dipilih merupakan aset milik desa sehingga paling memungkinkan digunakan untuk pembangunan koperasi. Selain itu, lokasi tersebut telah masuk dalam rencana pengembangan kawasan ekonomi baru berbasis wisata.

Ia menjelaskan embung desa yang berada di samping bangunan koperasi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di kawasan itu diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus melayani kebutuhan pengunjung.

"Pendirian Koperasi Desa Merah Putih sudah melalui musyawarah desa dan disetujui masyarakat. Lokasinya memang bersebelahan dengan embung yang nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan wisata," jelas Rustamaji.

Baca Juga: Tak Setuju Manajer Koperasi Merah Putih Ikut Latsarmil yang Telah Makan Korban, Puan Maharani: Fokus Manajerial Saja

Pemerintah desa juga menyiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi koperasi agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara menyeluruh.

"Jalan menuju lokasi akan segera kami perbaiki sehingga akses masyarakat menjadi lebih mudah," tambahnya.

Dengan konsep tersebut, pemerintah desa berharap koperasi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan ekonomi warga. Ke depan, KDMP Langgenharjo juga diproyeksikan menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh seiring pengembangan sektor pariwisata desa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama