- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
UMiMAX Pertamina Bantu Korban PHK Kembangkan Usaha, Pendapatan Capai Rp2,75 Miliar
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) mencatat total pendapatan peserta Program UMiMAX atau Ultra Mikro Pertamina Aksi mencapai Rp2,75 miliar sepanjang Januari-April 2026. Program tersebut menyasar masyarakat rentan ekonomi, terutama pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), melalui hibah sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan pengembangan usaha ultra mikro.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan sekitar 75% mitra UMiMAX merupakan pekerja yang terkena PHK. Sementara sisanya berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah, termasuk pekerja informal, guru kontrak, dan masyarakat prasejahtera.
“Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Baron.
Pertamina mencatat peserta UMiMAX membukukan rata-rata omzet sekitar Rp30 juta per bulan. Sejumlah peserta bahkan mencatat laba lebih dari Rp10 juta per bulan. Dari total pendapatan Rp2,75 miliar pada empat bulan pertama 2026, laba bersih seluruh peserta mencapai Rp858 juta.
Baron mengatakan UMiMAX dirancang untuk membantu kelompok rentan membangun atau mengembangkan usaha ultra mikro agar memiliki sumber pendapatan yang lebih mandiri.
“Program ini lahir untuk membangkitkan energi kelompok masyarakat rentang ekonomi untuk bangkit dengan membangun atau mengembangkan usaha ultra mikro. Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha agar penerima manfaat dapat membangun sumber penghasilan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” kata Baron.
Salah satu penerima manfaat, Rahmadi (30), mengembangkan usaha warung kopi setelah kehilangan pekerjaan. Usaha tersebut kini mencatat omzet sekitar Rp1,9 juta per minggu.
“Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang,” ujar Rahmadi.
Penerima manfaat lain, Wiwik Utami (49), memulai usaha warung makan indomie atau Warmindo setelah pendapatan keluarganya menurun akibat suaminya terkena PHK hampir dua tahun lalu. Usaha tersebut kini menghasilkan laba bersih sekitar Rp300.000-Rp500.000 per minggu.
“Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak,” ujar Wiwik.
Baca Juga: Pertamina Kembali Gelar AJP 2026, Usung Tema 'Energizing Innovation'
Baca Juga: Komut Pertamina Tegaskan Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Utama Keandalan Operasional
Pertamina menyatakan akan mengembangkan UMiMAX seiring capaian peserta dalam meningkatkan omzet dan laba usaha.
“Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX,” tutup Baron.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: