Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Coret Saham BUMN, Djarum Grup hingga Barito dari Daftar Elite Bursa

BEI Coret Saham BUMN, Djarum Grup hingga Barito dari Daftar Elite Bursa Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi sejumlah indeks saham unggulan melalui evaluasi berkala yang akan berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026. Hasil evaluasi tersebut membuat sejumlah saham BUMN dan emiten Grup Djarum keluar dari indeks utama, seperti LQ45, IDX30, dan Kompas100.

Dalam pengumuman resminya, BEI menyampaikan evaluasi dilakukan terhadap delapan indeks saham yang menjadi acuan investor di pasar modal.

“BEI pada bulan Juli 2026 telah melakukan evaluasi atas sejumlah indeks saham,” tulis BEI dalam pengumuman resmi yang dikutip Selasa (28/7/2026).

Pada evaluasi kali ini, sejumlah emiten BUMN yang keluar dari indeks unggulan antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).

Sementara itu, dari kelompok usaha Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) juga kehilangan posisi di sejumlah indeks unggulan BEI.

LQ45 Kedatangan Dua Saham Baru

Pada indeks LQ45, BEI mengeluarkan saham SMGR dan TOWR dari daftar 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar.

Sebagai penggantinya, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Nickel Industries Tbk (NICL) resmi masuk ke dalam konstituen LQ45.

Sementara itu, perubahan pada indeks IDX30 hanya terjadi pada satu saham. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dikeluarkan dari indeks dan digantikan oleh PT Dewa United Tbk (DEWA).

Kompas100 Alami Perombakan Terbesar

Perubahan paling signifikan terjadi pada indeks Kompas100. Sebanyak sembilan saham dikeluarkan dari indeks, yakni:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Sebagai penggantinya, BEI memasukkan sembilan saham baru, yaitu:

  • PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)
  • PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
  • PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)
  • PT RMK Energy Tbk (RMKE)

Baca Juga: Grup Djarum Resmi Kuasai BACH 51%, Pendiri Pilih Tahan Saham

Baca Juga: BEI Pantau 59 Emiten Berpotensi Delisting, Waskita, WIKA, dan Indofarma Masuk Daftar

Baca Juga: BEI Ungkap Ada 4 Perusahaan Incar Dana Rp2,16 Triliun dari IPO, Pipeline Didominasi Healthcare

Selain LQ45, IDX30, dan Kompas100, BEI juga melakukan penyesuaian terhadap komposisi indeks IDX80, BISNIS-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL.

BEI menjelaskan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi berkala, baik evaluasi mayor maupun minor, yang dilakukan sesuai metodologi masing-masing indeks. Seluruh perubahan akan berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri