Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggaran Pendidikan Capai Rp769,1 Triliun, APBN 2026 Dorong Investasi SDM untuk Indonesia Emas 2045

Anggaran Pendidikan Capai Rp769,1 Triliun, APBN 2026 Dorong Investasi SDM untuk Indonesia Emas 2045 Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Purbaya, pengelolaan APBN dilaksanakan berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat melalui kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Purbaya saat memberikan kuliah umum bertajuk APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan, dan Pembangunan di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/7).

Ia mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Target tersebut, lanjutnya, hanya dapat dicapai apabila didukung SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Karena itu, pembangunan talenta menjadi bagian penting dari strategi transformasi ekonomi nasional. Purbaya menilai pengembangan talenta harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi guna meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui APBN 2026 yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, merevitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui LPDP.

Pemerintah juga mengarahkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih fokus pada bidang-bidang prioritas, terutama STEM dan sektor-sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.

“Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN,” tegasnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Purbaya menyebut fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga. Kinerja pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah dinilai masih berada pada level yang sehat.

Baca Juga: APBN 2027 Diminta Bahas Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

Kondisi tersebut, kata dia, memberikan ruang bagi APBN untuk terus menjalankan fungsinya sebagai shock absorber, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

Menutup paparannya, Purbaya menegaskan APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul Indonesia. Dengan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga dan kualitas SDM yang terus ditingkatkan, pemerintah optimistis dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman