Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Bantah Isu Krisis, Sebut Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat dan APBN Sehat

Purbaya Bantah Isu Krisis, Sebut Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat dan APBN Sehat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih berada dalam posisi kuat dan tidak mengarah pada krisis. Meski terdapat berbagai tantangan global maupun domestik.

Purbaya mengatakan, optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator makroekonomi yang dinilai terus menunjukkan perbaikan sehingga kinerja ekonomi nasional tetap terjaga.

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," kata Purbaya dalam keterangan resmi, Jakarta, dikutip Minggu (5/6/2026). 

Dari sisi fiskal, Purbaya memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara hati-hati. Purbaya mengatakan defisit APBN akan dijaga agar tetap berada di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen,” jelasnya.

Selain itu, Purbaya juga menilai posisi utang Indonesia masih berada dalam kategori aman. Rasio utang pemerintah terhadap PDB saat ini sekitar 40 persen, jauh di bawah sejumlah negara lain.

“Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” jelasnya.

Purbaya menjelaskan, setiap kebijakan strategis yang dibahas di tingkat kabinet selalu disertai kajian menyeluruh dari Kementerian Keuangan terkait risiko fiskal dan konsekuensi anggaran. Analisis tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan Presiden sebelum mengambil keputusan.

Ia menegaskan seluruh kebijakan pemerintah diputuskan melalui mekanisme pembahasan bersama dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi, dampak sosial, hingga kemampuan fiskal negara.

Baca Juga: Purbaya: Prabowo Sebentar Lagi Bakal Obrak-Abrik Kopdes Merah Putih

Baca Juga: Prabowo Trauma Duit Rakyat Dikorup, Purbaya Sebut Anggaran MBG Bakal Dipangkas Lagi

Di sisi lain, Purbaya memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus diperkuat, termasuk pemberantasan praktik penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran. 

Berbagai langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan integritas institusi sekaligus memperkuat penerimaan negara. 

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra